Preferensi Habitat Elang Jawa (Nisaetus bartelsi, Stresemann, 1924) di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi
SITI NUR ASIYAH, Dr.rer.nat. Sena Adi Subrata, S.Hut., M.Sc., IPU.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Elang jawa merupakan satwa endemik yang dilindungi menurut PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dengan status terancam punah. Semakin berkurangnya luasan hutan sebagai habitat elang jawa menjadi salah satu penyebab penurunan populasinya. Perubahan kondisi habitat diduga dapat menyebabkan adanya pergeseran penggunaan habitat oleh elang jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan seleksi habitat dan preferensi habitat dari elang jawa di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.
Pengambilan data kehadiran elang jawa dilakukan menggunakan metode Concentration Count yang ditempatkan secara purposive pada 8 titik pengamatan berdasarkan informasi dari monitoring berkala oleh pihak pengelola. Data variabel habitat didapatkan melalui analisis spasial dan dikelaskan berdasarkan literatur serta Sturge’s Rule. Variabel habitat di-overlay dengan titik koordinat kehadiran untuk mendeskripsikan sebaran elang jawa pada tiap variabel habitat. Data dianalisis dengan uji Chi-square untuk menaksir seleksi habitat serta pendekatan indeks Neu untuk menaksir preferensi dari tiap variabel habitat.
Elang jawa melakukan seleksi habitat terhadap kedelapan variabel yang diamati. Elang jawa menyukai habitat dengan kerapatan vegetasi kehijauan tinggi (0,35–1), ketinggian tempat hutan sub pegunungan (1.000–1.500 mdpl), kelerengan sangat curam (>40%) terutama sebagai habitat bersarang, rentang suhu 20,4–22,0°C, jarak dari sungai 0–109 m, jarak dari gangguan berupa jalan 294–880 m, jarak dari pemukiman 257–1.234 m, serta tipe tutupan hutan primer dan hutan sekunder.
Kata Kunci : seleksi habitat, concentration count, Chi-square, indeks Neu