Analisis laju korosi dan kekerasan SUS 316 dan SS 400 dengan sacrificial protection pada material swivel
MUHAMMAD NUR FAUZAN, Dr. Lilik Dwi Setyana, S.T.,M.T.
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI REKAYASA MESIN
Swivel adalah salah satu bagian yang berada
pada komponen Single Point Mooring (SPM) yang berfungsi sebagai media
penghubung dalam proses transfer minyak dan gas antara kapal tangker dan
fasilitas darat. Komponen ini berperan penting dalam menjaga kelancaran
operasional serta mencegah pencampuran dan kebocoran hidrokarbon di lingkungan
perairan. Namun, korosi menjadi permasalahan utama pada material Swivel,
khususnya pada material Swivel yang menggunakan baja karbon rendah SS
400 yang kerap digunakan dalam produk ini. Korosi dapat menyebabkan penurunan
kualitas material, kebocoran, serta resiko kegagalan pada proses operasional. Penelitian
ini berfokus pada pengujian laju korosi dan kekerasan material SS 400 serta
membandingkan dengan baja tahan karat SUS 316. Tujuan dari penelitian yaitu
untuk mengevaluasi performa material melalui mengujian laju korosi dan
kekerasan. Selain itu dilakukan juga metode sacrificial protection pada
laju korosi menggunakan anoda korban seng yang dilakukan dalam lingkungan air
laut sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya tahan terhadap korosi. Berdasarkan
pengujian kekerasan pada 3 spesimen di setiap materialnya, nilai kekerasan pada
SUS 316 lebih besar daripada SS 400. Hal ini terlihat pada rata-rata hasil uji
kekerasan SUS 316 yang memiliki nilai sebesar 186 VHN. Sedangkan nilai
kekerasan pada SS 400 sebesar 138 VHN. Hasil pengujian laju korosi SUS 316
mengalami penurunan sebesar 32,56% setelah dilakukan pelapisan menggunakan
anoda korban, dari yang sebelumnya 0,0172 mmpy menjadi 0,0116 mmpy. Sedangkan
hasil pengujian laju korosi untuk material SS 400 juga mengalami penurunan
sebesar 34,02% setelah dilapisi anoda korban, dari sebelumnya 0,0493 mmpy
menjadi 0,0318 mmpy. Berdasarkan dari keseluruhan hasil pengujian maka material
rekomendasi yang digunakan pada Swivel yaitu SUS 316 dengan pelapisan
proteksi katodik (Anoda korban) menggunakan seng.
Swivel is one of
the parts in the Single Point Mooring (SPM) component that functions as a
connecting medium in the oil and gas transfer process between tankers and land
facilities. This component is important in maintaining smooth operations and
preventing the mixing and leakage of hydrocarbons in the aquatic environment.
However, corrosion is a major problem in Swivel materials, especially in Swivel
materials that use low-carbon steel SS 400 which is often used in this product.
Corrosion can cause a decrease in material quality, leakage, and the risk of
failure in the operational process. This study focuses on testing the corrosion
rate and hardness of SS 400 material and comparing it with SUS 316 stainless
steel. The purpose of the study is to evaluate material performance by testing
the corrosion rate and hardness. In addition, a sacrificial protection method
was also carried out on the corrosion rate using a zinc sacrificial anode which
was carried out in a seawater environment so that it is expected to increase
corrosion resistance. Based on the hardness test on 3 specimens in each
material, the hardness value of SUS 316 is greater than SS 400. This can be
seen from the average hardness test results of SUS 316 which has a value of 186
VHN. While the hardness value of SS 400 is 138 VHN. The results of the
corrosion rate test of SUS 316 decreased by 32.56?ter being coated using a
sacrificial anode, from the previous 0.0172 mmpy to 0.0116 mmpy. The results of
the corrosion rate test for the SS 400 material also decreased by 34.02?ter
being coated with a sacrificial anode, from the previous 0.0493 mmpy to 0.0318
mmpy. Based on the overall test results, the recommended material used for the
Swivel is SUS 316 with cathodic protection coating (sacrificial anode) using
zinc.
Kata Kunci : Laju korosi, SUS 316, SS 400, Proteksi katodik.