Analisis rasio Sales-Price dan Debt-To Equity sebagai variabel prediksi rata-rata Return Saham di Bursa Efek Jakarta
WIJAYANTO, Wahyu, Dr. Sukmawati, MM
2004 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan dari rasio salesprice dan debt-to-equity (model yang dikembangkan oleh Barbee, Mukherji, dan Raines, 1996) dengan rasio price-earnings dan book-to-market value (model yang dikembangkan oleh Fama dan French, 1995) dalam menjelaskan variasi rata-rata return saham di Bursa Efek Jakarta. Dalam penelitian yang secara komprehensif dilakukan oleh Fama dan French, rasio book-to-market value dan firm size muncul sebagai variabel yang mempunyai hubungan terkuat dengan rata-rata return saham selama periode tahun 1963 hingga tahun 1990. Hasil penelitian tersebut ternyata berbeda dengan hasil yang diperoleh Barbee, Mukherji, dan Raines (1996), yang menyatakan bahwa rasio sales-price dan rasio debt-to-equity mampu menjelaskan return saham secara lebih signifikan dibandingkan dengan rasio price-earnings dan rasio book-to-market value. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari perusahaan-perusahaan yang aktif dan listing di Bursa Efek Jakarta selama periode tahun 1999 sampai dengan tahun 2002. Berdasarkan kriteria pemilihan sampel tersebut, maka terdapat 71 perusahaan yang terpilih sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pooled time series karena melibatkan sejumlah variabel untuk silang tempat yang berbeda dan diobservasi selama kurun waktu tertentu. Hasil penelitian ini adalah rasio sales-price dan rasio debt-to-equity mempunyai tingkat signifikansi yang lebih tinggi (dengan level of confidence sebesar 95%) dalam menjelaskan variasi rata-rata return saham dibandingkan dengan rasio price-earnings dan rasio book-to-market value. Hal ini disebabkan karena rasio salesprice dan rasio debt-to-equity telah menyerap peran sebagai variabel penjelas dari rasio price-earnings dan rasio book-to-market value. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model yang dikembangkan oleh Barbee, Mukherji, dan Raines (1996) lebih mampu menjelaskan variasi return saham dibandingkan dengan model yang dikembangkan oleh Fama dan French (1995) pada pasar modal di Indonesia (selama periode observasi Januari 1999 sampai dengan Desember 2002).
The objective of this study is to compare the ability of sales-price ratio and debt-to-equity ratio (a model developed by Barbee, Mukherji, and Raines, 1996) with the price-earnings ratio and book-to-market value ratio (a model developed by Fama and French, 1995) to explain the variation of stock returns in Jakarta Stock Exchange. In a comprehensive study by Fama and French, the book-to-market value and firm size emerged as the variables that have the strongest relations with average stock returns during the 1963-1990 periods. Nevertheless, these results was different with the research held by Barbee, Mukherji, and Raines (1996), that said sales-price ratio and debt-to-equity ratio have a stronger ability to explain the variation of stock returns than price-earnings ratio and book-to-market value ratio. The data that been used for this study is a secondary data from the companies that actively trade and listed in Jakarta Stock Exchange for 1999-2002 period. Based on the sample criterion, 71 companies had chosen for sampling purpose. This research is using the pooled time series method because the data involve several cross-sectional variables and observed in certain period of time. The result of this study shows that sales-price ratio and debt-to-equity ratio have a higher level of significance (with 95% level of confidence) to explain stock returns than price-earnings ratio and book-to-market value ratio. The reason for this result is sales-price ratio, as well as debt-to-equity ratio; absorb the roles of the priceearnings ratio and book-to-market value ratio in explaining stock returns variations. From the analysis above, we can conclude that the model developed by Barbee, Mukherji, and Raines (1996) could explain stock returns variation in Jakarta Stock Exchange better than the model developed by Fama and French (1995).
Kata Kunci : Return Saham,Ratio Sales Price and Debt to,equity, sales-price ratio, debt-to-equity ratio, explanatory variables for stock returns