Laporkan Masalah

Kelayakan Finansial Agroforestri Jati Plus Perhutani pada Program Kemitraan Kehutanan Produktif di RPH Keyongan

Irkham Putra Wicaksono, Agus Affianto, S.Hut., M.Si.

2024 | Skripsi | KEHUTANAN

        RPH Keyongan merupakan salah satu wilayah pengelolaan hutan di bawah Perum perhutani KPH Gundih yang menerapkan program Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP) melalui agroforestri jagung dan tegakan Jati Plus Perhutani (JPP). Pembangunan agroforestri tersebut menjadi salah satu alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan lahan atau sumber daya yang menawarkan solusi berkelanjutan dengan menekankan aspek ekonomi sehingga perlu dilakukan analisis kelayakan finansial dan estimasi besarnya kontribusi agroforestri jagung terhadap total pendapatan rumah tangga petani.

        Perolehan data primer menggunakan metode observasi dan wawancara menggunakan daftar pertanyaan/kuisioner terstuktur terhadap responden yang ditentukan secara random. Data sekunder diperoleh dari Perum Perhutani KPH Gundih berdasarkan tarif upah, aktiva tetap, dan sebagainya, serta melalui berbagai literasi yang mendukung penelitian. Data yang diperoleh baik data primer maupun data sekunder dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan perhitungan kelayakan finansial menggunakan cost-benefit analysis melalui tiga (3) kriteria yaitu Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Returns (IRR).

        Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroforestri jagung dan tegakan jati JPP layak untuk dilaksanakan oleh setiap entitas yang ditunjukkan dengan NPV yang bernilai positif, BCR yang bernilai lebih dari 1, dan nilai IRR yang lebih besar dari Opportunity Cost of Capital (OCC) yang digunakan. Besaran kontribusi pendapatan agroforestri jagung di bawah tegakan jati JPP sebesar 27%-83?ri total pendapatan rumah tangga petani yang berarti tergolong sedang hingga besar sekali kontribusi pendapatan yang diberikan dari program KKP.

        Keyongan RPH is one of the forest management areas under Perum Perhutani KPH Gundih which implements the Perhutani Forestry Partnership (KKP) program through corn agroforestry and Jati Plus Perhutani (JPP) stands. Agroforestry development is an alternative for optimizing land or resource use that offers a sustainable solution by emphasizing economic aspects, so it is necessary to carry out a financial feasibility analysis and estimate the size of the contribution of corn agroforestry to the total income of farmer households.

        Obtaining primary data used observation and interview methods using a structured list of questions/questionnaires for respondents who were determined randomly. Secondary data was obtained from Perum Perhutani KPH Gundih based on wage rates, fixed assets, etc., as well as through various literature that supports research. The data obtained, both primary data and secondary data, were analyzed descriptively quantitatively with financial feasibility calculations using cost-benefit analysis using three (3) criteria, namely Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), and Internal Rate of Returns (IRR).

        The results of the study indicate that corn agroforestry and JPP teak stands are feasible to be implemented by each entity as indicated by a positive NPV, a BCR of more than 1, and an IRR value greater than the Opportunity Cost of Capital (OCC) used. The amount of income contribution of corn agroforestry under JPP teak stands is 27%-83% of the total income of farmer households, which means it is classified as a moderate to very large contribution to income provided by the KKP program.

Kata Kunci : Agroforestri, Jati JPP, Jagung, Kelayakan Finansial, Kontribusi

  1. S1-2024-462005-abstract.pdf  
  2. S1-2024-462005-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-462005-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-462005-title.pdf