Laporkan Masalah

Pengaruh pemberian madu terhadap kadar transforming growth factor-?1 cairan sulkus gingiva sisi tertarik pasca stabilisasi ortodonti tikus Sprague dawley dewasa

Raymund Octavius Kusuma Buwana, drg. Christnawati, M. Kes., Sp. Ort (K); Dr. drg. Sri Suparwitri, SU. Sp. Ort (K)

2024 | Tesis-Spesialis | S2 Ortodonsia

Ketidakseimbangan proses resorpsi dan aposisi tulang pada usia dewasa menyebabkan tingginya tendensi terjadi relaps pasca stabilisasi ortodonti. Madu Apis dorsata dikenal memiliki kandungan flavonoid jenis quercetin tertinggi yang diberikan untuk mengeksplorasi potensinya dalam meningkatkan remodeling tulang dan mencegah relaps pasca stabilisasi ortodonti. Transforming Growth Factor-?1 adalah sitokin multifungsi yang berperan penting dalam proses remodeling tulang melalui jalur angiogenik dan osteogenik. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh pemberian madu Apis dorsata terhadap kadar Transforming Growth Factor-?1 (TGF-?1) dalam cairan sulkus gingiva sisi tertarik pasca stabilisasi ortodonti pada tikus Sprague dawley dewasa.

Penelitian eksperimental ini menggunakan 8 tikus yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan kemudian dilakukan pengukuran kadar TGF-?1 pada hari ke-0, 3, 7, dan 14. Kadar TGF-?1 diukur menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) untuk msenilai aktivitas osteogenik yang terjadi selama proses remodeling tulang. Analisis statistik menggunakan uji Anava dua jalur dan uji Post Hoc LSD dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% nilai signifikansi p<0>

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian madu secara signifikan meningkatkan kadar TGF-?1 dibandingkan kelompok kontrol pada hari ke-3, 7 dan 14 (p<0> Post Hoc LSD menunjukkan adanya interaksi antara hari pengamatan dan pemberian madu. Studi ini menyimpulkan bahwa madu sebagai agen terapeutik alami memiliki potensi untuk meningkatkan ekspresi TGF-?1 dan meningkatkan hasil pada fase stabilisasi perawatan ortodonti, namun penelitian lanjutan diperlukan untuk memvalidasi hasil ini dan mengeksplorasi aplikasi klinis pada manusia.


Imbalance between bone resorption and bone apposition in adult leads to a higher tendency for relapse orthodontic post-stabilization. Honey from Apis dorsata, known for its high flavonoid content, particularly quercetin, was administered to explore its potential in enhancing bone remodeling and preventing post-orthodontic relapse. Transforming Growth Factor-?1 is a multifunctional cytokine that plays a pivotal role in regulating bone remodeling through angiogenic and osteogenic pathways. This study investigates the effect of honey on Transforming Growth Factor-?1 (TGF-?1) levels in gingival crevicular fluid on the tension side post-orthodontic stabilization in adult Sprague Dawley rats.

This experimental research utilized 8 rats divided into control and treatment groups, observed over 0, 3, 7, and 14 days. TGF-?1 levels were measured using enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) to assess the osteogenic activities involved in bone remodeling. Statistical analysis was conducted using a two-way ANOVA test and Post Hoc LSD test with a significance level set at p<0>

Results showed that honey administration significantly increased TGF-?1 levels compared to the control group, particularly on days 3, 7 and 14 (p<0>

Kata Kunci : Transforming Growth Factor-?1, madu Apis dorsata, stabilisasi ortodonti, relaps ortodonti

  1. SPESIALIS-2024-450660-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2024-450660-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2024-450660-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2024-450660-title.pdf