Estimasi Potensi Penerimaan Pajak Karbon Melalui Skema Cap and Tax Pada PLTU Batubara Indonesia
Giacinta Betralda Anin Pradita, Wuri Handayani, S.E., Ak.,M.Si., M.A., Ph.D
2025 | Skripsi | AKUNTANSI
Penelitian ini bertujuan mengestimasi potensi penerimaan pajak karbon dari metode cap and tax yang diterapkan pada PLTU batubara. Setelah mengestimasi nilainya kemudian akan dianalisis untuk strategi pengalobkasian melalui kebijakan earmarking. Metode cap and tax dinilai menjadi solusi yang unik karena menggabungkan kelebihan dari pajak karbon dan ETS. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur untuk menganalisis data kuantitatif yang berasal dari 6 PLTU batubara dengan kapasitas lebih besar dari 400 MW untuk menghitung total potensi penerimaan pajak karbon. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai potensi penerimaan pajak karbon masih lebih rendah perkiraan kebutuhan dana yang dihitung oleh International Monetary Fund (IMF) sebesar 3500 triliun tetapi lebih tinggi dari beberapa penelitian sebelumnya. Penerimaan ini kemudian dialokasikan dengan kebijakan earmarking dengan mengimplementasi persentase OECD dengan penyesuaian dari kebijakan climate budget tagging (CBT). Temuan ini menegaskan bahwa apabila pemerintah bisa memaksimalkan pemungutan pajak maka nominal yang diperoleh akan bisa memenuhi estimasi kebutuhan dana yang dihitung oleh IMF.
This study aims to estimate the potential carbon tax revenue from the cap and tax method applied to coal-fired power plants. After estimating the value, it will then be analyzed for allocation strategies through earmarking policies. The cap and tax method is considered to be a unique solution because it combines the advantages of carbon tax and ETS. This study uses a qualitative approach through a literature study to analyze quantitative data derived from 6 coal-fired power plants with a capacity greater than 400 MW to calculate the total potential carbon tax revenue. The results of this study show that the potential value of carbon tax revenue is still lower than the estimated funding needs calculated by the International Monetary Fund (IMF) of 3500 trillion but higher than some previous studies. This revenue is then allocated by earmarking policy by implementing the OECD percentage with adjustments from the climate budget tagging (CBT) policy. This finding confirms that if the government can maximize tax collection, the amount obtained will be able to meet the estimated funding needs calculated by the IMF.
Kata Kunci : cap and tax, earmarking , PLTU batubara