Laporkan Masalah

Kajian Risiko Lingkungan Akibat Erosi Pantai di Wilayah Kepesisiran Amban dan Maruni Kabupaten Manokwari

Risdayanti Sapanna, Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc; Dr. Sigit Heru Murti Budi Santosa, S.Si.,M.Si

2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Kepesisiran Amban dan Maruni merupakan wilayah pesisir di Kabupaten Manokwari yang mengalami kerusakan lingkungan akibat erosi pantai sehingga berdampak pada aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji kondisi lingkungan dan kerusakan lingkungan akibat erosi pantai di wilayah kepesisiran Amban dan Maruni, (2) menganalisis risiko lingkungan akibat erosi pantai di wilayah kepesisiran Amban dan Maruni, dan (3) merumuskan strategi pengendalian lingkungan untuk meminimalkan risiko lingkungan akibat  erosi pantai di wilayah kepesisiran Amban dan Maruni.

Penelitian ini menggunakan metode area purposive sampling pada penentuan sampel dan metode systematic sampling untuk analisis kondisi lingkungan. Pengambilan data dilakukan melalui pengamatan, interpretasi peta, dan wawancara. Penilaian risiko bencana dianalisis sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 1 dan 2 tahun 2012 yang dimodifikasi sesuai dengan kondisi lokasi penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan (1) kerusakan lingkungan di wilayah kepesisiran Amban dan Maruni dipengaruhi oleh faktor erosi pantai dan aktivitas masyarakat yang menimbulkan kerusakan berupa kerusakan lingkungan abiotik, kerusakan lingkungan biotik, dan aktivitas sosial yang mempengaruhi kondisi wilayah pesisir. Tingkat kerusakan di pesisir Amban berada pada tingkat rendah hingga sedang, sedangkan tingkat kerusakan di pesisir Maruni berada pada tingkat sedang hingga tinggi (2) hasil analisis risiko kerusakan lingkungan menunjukkan pada pesisir Amban kategori risiko rendah terdapat pada tipe A dan B, sedangkan kategori risiko sedang terdapat pada tipe C. Pada pesisir Maruni kategori risiko sedang terdapat pada tipe A, sedangkan kategori risiko tinggi terdapat pada tipe B dan C (3) strategi pengendalian lingkungan yang dapat dilakukan dengan upaya mitigasi struktural alami dan buatan seperti pembuatan bangunan pelindung pantai dan penanaman vegetasi sebagai hutan pantai. Upaya mitigasi non struktural yaitu berupa program kegiatan yang dibuat dapat dicapai dengan baik seperti menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti pelestarian ekosistem pesisir, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan ekosistem pesisir, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana.

The Amban and Maruni coastal areas are coastal areas in Manokwari Regency that have experienced environmental damage due to coastal erosion, which has an impact on community activities. This research aims to (1) assess environmental conditions and environmental damage due to coastal erosion in the Amban and Maruni coastal areas, (2) analyze environmental risks due to coastal erosion in the Amban and Maruni coastal areas, and (3) formulate environmental control strategies to minimize environmental risks due to coastal erosion in the Amban and Maruni coastal areas.

This study used the purposive sampling area method for sample determination and the systematic sampling method for analyzing environmental conditions. Data were collected through observation, map interpretation, and interviews. Disaster risk assessment was analyzed in accordance with Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 1 dan 2 tahun 2012, which was modified in accordance with the conditions of the research location.

The results showed (1) environmental damage in the Amban and Maruni coastal areas was influenced by coastal erosion factors and community activities that caused damage in the form of abiotic environmental damage, biotic environmental damage, and social activities that affect the condition of coastal areas. The level of damage on the Amban coast is at a low to moderate level, while the level of damage on the Maruni coast is at a moderate to high level (2) the results of the risk analysis of environmental damage show that on the Amban coast the low risk category is in types A and B, while the moderate risk category is in type C. On the Maruni coast, the medium risk category is found in type A, while the high risk category is found in types B and C (3) environmental control strategies that can be carried out with natural and artificial structural mitigation efforts such as making coastal protection buildings and planting vegetation as a coastal forest. Non-structural mitigation efforts in the form of activity programs that are made can be achieved well such as fostering and increasing public awareness of the meaning of preserving coastal ecosystems, increasing community participation in maintaining and preserving coastal ecosystems, and increasing community capacity through socialization and disaster mitigation training.

Kata Kunci : erosi pantai, risiko kerusakan lingkungan, strategi pengendalian lingkungan, wilayah kepesisiran

  1. S2-2025-509739-abstract.pdf  
  2. S2-2025-509739-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-509739-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-509739-title.pdf