Pemetaan Sebaran Ekosistem Lamun dan Valuasi Ekonomi di Pulau Menjangan Besar, Taman Nasional Karimunjawa
DHIA FAJRANI JIWASEJATI BUDHI, Dr. Nurul Khakim, M. Si.
2025 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH
Padang
lamun merupakan salah satu sumber daya alam di perairan laut dangkal yang
memiliki peran ekologis sangat penting, terutama sebagai habitat berbagai
organisme laut serta penopang ekosistem pesisir. Namun, degradasi ekosistem
lamun akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan membutuhkan upaya
konservasi yang didukung oleh data mengenai distribusi spesies serta nilai
ekonominya. Tujuan penelitian ini adalah (1) memetakan komposisi spesies lamun
beserta uji akurasinya di Pulau Menjangan Besar, Taman Nasional Karimunjawa dan
(2) mengetahui nilai valuasi ekosistem lamun di Pulau Menjangan Besar, Taman
Nasional Karimunjawa. Sayangnya, informasi mengenai komposisi spesies lamun di
Indonesia masih sangat terbatas, sehingga pengelolaan padang lamun belum
optimal. Citra Sentinel-2 merupakan salah satu citra penginderaan jauh yang
memiliki resolusi spasial cukup tinggi, sehingga diharapkan citra tersebut
mampu memetakan komposisi spesies lamun dengan akurasi yang cukup tinggi.
Anailisis ekonomi dilakukan dengan pendekatan biaya perjalanan (Travel Cost
Method) yangmengkaji seluruh biaya yang dikeluarkan oleh setiap individu
untuk memenuju Pulau Menjangan Besar. Kelas komposisi spesies lamun yang
diperoleh adalah Ea, EaTh, dan ThCr dengan akurasi tertiggi klasifikasi Random
Forest adalah 55.17%. Untuk aspek valuasi ekonomi, dilakukan pengambilan
sampel terhadap 25 responden. Hasilnya menunjukkan bahwa total nilai ekonomi
berdasarkan total biaya perjalanan adalah Rp 69.490.000, dengan rata-rata biaya
perjalanan sebesar Rp 2.779.600 per orang. Jika dikalikan dengan jumlah
pengunjung pada tahun 2023, nilai ekonomi Pulau Menjangan Besar di Kepulauan
Karimunjawa pada tahun tersebut diperkirakan mencapai Rp 89.847.790.400.
Seagrass meadows are one of
the natural resources found in shallow marine waters, playing a crucial
ecological role, especially as habitats for various marine organisms and
supporting coastal ecosystems. However, the degradation of seagrass ecosystems
due to human activities and environmental changes requires conservation efforts
supported by data on species distribution and their economic value. The
objectives of this study are (1) to map seagrass species composition and test
its accuracy on Menjangan Besar Island, Karimunjawa National Park, and (2) to
determine the economic valuation of the seagrass ecosystem on Menjangan Besar
Island, Karimunjawa National Park. Unfortunately, information on the
composition of seagrass species in Indonesia is still very limited, making
seagrass meadow management less than optimal. Sentinel-2 imagery is one of the
remote sensing images with relatively high spatial resolution, and it is
expected that this imagery can map seagrass species composition with sufficient
accuracy. Economic analysis was conducted using the Travel Cost Method, which
examines the total costs incurred by individuals to visit Menjangan Besar
Island. The seagrass species composition classes obtained were Ea, EaTh, and
ThCr, with the highest accuracy from the Random Forest classification reaching
55.17%. In terms of economic valuation, a sample of 25 respondents was taken.
The results showed that the total economic value based on total travel costs
amounted to Rp 69,490,000, with an average travel cost of Rp 2,779,600 per
person. When multiplied by the number of visitors in 2023, the economic value
of Menjangan Besar Island in the Karimunjawa Archipelago for that year is
estimated to be Rp 89,847,790,400.
Kata Kunci : komposisi spesies, Menjangan Besar, Sentinel-2, random forest, valuasi ekonomi, Travel Cost Method