Laporkan Masalah

PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PROGRAM PENDAKIAN GUNUNG ARGOPURO DI DATARAN TINGGI YANG

MUHAMMAD DAFFA RIZKA RAMADHAN, Dr. Ir. Much. Taufik Tri Hermawan, S.Hut., M.Si., IPU.

2025 | Skripsi | KEHUTANAN

Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang menjadi salah satu kawasan konservasi yang memiliki karakteristik khusus berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa. Berdasarkan Permen LHK Nomor 8 Tahun 2019, dijelaskan bahwa kawasan suaka margasatwa dapat dilakukan kegiatan salah satunya untuk wisata terbatas. Program pendakian Gunung Argopuro di SM Dataran Tinggi Yang menjadi salah satu bentuk adanya kegiatan wisata di kawasan Suaka Margasatwa. Perlu adanya koordinasi serta keterlibatan aktif dari para pihak yang terlibat dan terdampak program tersebut agar berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi stakeholder dan mengidentifikasi perannnya, serta memformulasikan strategi pelibatan stakeholder pada pengelolaan pendakian Gunung Argopuro.

Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Responden dipilih menggunakan teknik snowball sampling dengan menentukan key informan sebagai langkah awal. Hasil data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis stakeholder. Analisis stakeholder dilakukan dengan mengidentifikasi stakeholder, mengidentifikasi kepentingan dan pengaruh menggunakan matriks yang mengelompokkan para pihak ke dalam key player, subject, context setter, dan crowd.

Terdapat 14 stakeholder yang terlibat dalam pengelolaan pendakian Gunung Argopuro baik saat terjadinya kondisi insidental seperti bencana alam dan orang hilang di kawasan. Stakeholder yang termasuk dalam kategori key player yaitu BBKSDA Jawa Timur, MMP, Kelompok Ojek dan Porter, Pemerintah Desa Bermi, dan Perhutani. Pedagang dan Pendaki termasuk dalam subject, sedangkan Ranger Argopuro, MPA, dan TAGANA termasuk dalam context setter. Pemerintah Kecamatan, Koramil, Polsek, Pemerintah dan Desa Baderan tergolong sebagai crowd. Strategi pelibatan stakeholder sesuai dengan klasifikasi stakeholder. Hal tersebut seperti menjaga koordinasi antar pihak, aktif melibatkan pihak lainnya dalam pengelolaan, pengawasan, dan evaluasi.

The Yang Highlands Wildlife Reserve is a conservation area that has special characteristics in the form of diversity and/or unique animal species. Based on Minister of Environment and Forestry Regulation Number 8 of 2019, it is explained that activities in wildlife sanctuary areas can be carried out, one of which is limited tourism. The climbing program for Mount Argopuro in the Yang Highlands Wildlife Reserve is one form of tourism activity in the Wildlife Reserve area. There needs to be coordination and active involvement from the parties involved and affected by the program so that it runs optimally. This research aims to identify stakeholder and identify their roles, as well as formulate a strategy for involving stakeholders in the management of climbing Mount Argopuro. 

The data collection methods used were observation, interviews and documentation studies. Respondents were selected using techniques of snowball sampling by determining key informants as a first step. The data obtained were analyzed using stakeholder analysis. Stakeholder analysis is carried out by identifying stakeholders, identifying interests and influence using a matrix that groups parties into groups key player, subject, context setter, and crowd.

There are 14 stakeholders involved in managing the climbing of Mount Argopuro both when incidental conditions occur such as natural disasters and missing people in the area. Stakeholders who fall into categories are key players namely East Java BBKSDA, MMP, Ojek and Porter Group, Bermi Village Government, and Perhutani. Traders and Climbers are included subject, while Ranger Argopuro, MPA, and TAGANA are included context setters. The District Government, Koramil, Sector Police, Government and Baderan Village are classified as crowd. Stakeholder engagement strategies are in accordance with stakeholder classification. This includes maintaining coordination between parties, actively involving other parties in management, supervision and evaluation.

Kata Kunci : program pendakian, Gunung Argopuro, suaka margasatwa, analisis stakeholder

  1. S1-2025-462021-abstract.pdf  
  2. S1-2025-462021-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-462021-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-462021-title.pdf