Reaksi pasar modal Indonesia terhadap peristiwa politik dalam negeri :: STudi kasus Bom Bali
RAHARDJO, Iwan Puji, Dr. Slamet Sugiri, MBA
2004 | Tesis | Magister ManajemenTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah insiden bom Bali pada 12 Oktober 2002 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham serta volume perdagangan pada saham yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Sebagai perwakilan, penelitian ini menggunakan 45 saham dengan capitalisasi besar. Parameter yang digunakan adalah return tidak normal dan akumulasi return tidak normal dari saham-saham yang diteliti, kemudian pengujian statistik (nilai return standarisasi) dilakukan untuk mengetahui signifikansi dari return-return yang terjadi. Dan volume perdagangan dengan membagi volume perdagangan dibagi saham yang beredar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden bom Bali memicu terjadinya return tidak normal negatif yang signifikan dengan cepat setelah insiden terjadi (t0). Selanjutnya, satu hari setelah insiden akumulasi return tidak normal berada pada bilangan negatif sampai sepuluh hari setelah insiden (t+10). Hasil yang diperoleh dalam melihat return sebelum dan sesudah insiden , menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan return sebelum dan sesudah inseiden. Begitu pula yang terjadi pada trading volume activity (TVA) yang tidak mengalami perbedaan yang signifikan. Sehingga hipotesis nol (Ho) diterima dengan mengandung arti tidak ada perbedaan yang signifikan return dan TVA sebelum dan sesudah insiden.
The purpose of this study is to examine whether Bali bombing incident on October 12th 2002 brought a significant impact to the prices of securities and trading volume activity listed in Jakarta Stock Exchange. As representative, this research use 45 share with big capitalisasi. Parameter the used is abnormal return and accumulations abnormal return from accurate share, later;then examination of statistic ( assess standarisasi return) to know signifikansi of return-return that happened. And commerce volume divided commerce volume divided stock out standing. Research result indicate that incident bomb Bali trigger the happening of abnormal return negativity which isn't it swiftly after incident happened (t0). Hereinafter, one day after incident accumulate abnormal return reside in negative number until ten day after incident ( t+10). Result which obtained in seeing return before and after incident , indicating that inexistence difference of return before and after inseiden. So also that happened volume trading of activity (TVA) which do not experience of difference which isn't it. So that hypothesis zero (Ho) accepted meaningfully no difference which isn't it and return of TVA before and after incident.
Kata Kunci : Harga Saham,Insiden Bom,Return Tidak Normal, Study Event, Jakarta Stock Exchange, Bali bombing incident, abnormal return, standarisasi abnormal return, standardized cumulative abnormal return, trading volume