Laporkan Masalah

Evaluasi Produktivitas Penanganan Bahan di Supermarket X Kota Yogyakarta

UMAR MAHDII AZWARA, Dr. Ir. Guntarti Tatik Mulyati, M.T.; Dr. Ir. Didik Purwadi, M.Ec.

2025 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Penanganan bahan menjadi kegiatan yang tidak dapat dihindari dalam sebuah industri maupun perusahaan. Kegiatan ini umumnya dilakukan menggunakan bantuan alat seperti forklift dan hand truck, serta beberapa penanganan bahan yang dilakukan secara manual. Kegiatan ini menjadi penting untuk dianalisis karena produktivitas penanganan bahan memiliki peran positif terhadap produktivitas yang secara tidak langsung berpengaruh pada biaya produksi suatu industri atau perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur nilai kuantitatif dari produktivitas penanganan bahan di Supermarket X sehingga dapat memberikan usulan potensi peluang perbaikan berdasarkan hasil evaluasi.

Dalam penelitian ini, produktivitas yang akan dibahas meliputi perpindahan yang terjadi berdasarkan data jumlah penanganan bahan dan fasilitas pendukungnya. Dalam menghitung produktivitas penanganan bahan digunakan sampling kerja dan rasio produktivitas penanganan bahan. Rasio produktivitas penanganan bahan yang dihitung adalah rasio Material Handling Labor (MHL), Handling Equipment Utilization (HEU), Storage Space Utilization (SSU), Aisle Space Percentage (ASP), dan Damage Load (DL).

Secara umum tingkat produktivitas penanganan bahan di Supermarket X telah memenuhi standar produktivitas. Kegiatan produktif pekerja penanganan bahan rata-rata mencapai 76,4%, sementara untuk hand truck sebesar 75,3%. Rasio produktivitas penanganan bahan yang diukur memberikan nilai sebagai berikut: rasio MHL sebesar 0,13 (ideal < 0>hand truck sebesar 0,91 (ideal mendekati 1); rasio SSU sebesar 0,61 (ideal mendekati 1); ASP di area toko sebesar 0,17 dan di area gudang sebesar 0,14 (ideal 0,1–0,15); serta rasio DL sebesar 0,02 (ideal mendekati 0). Hasil ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, sistem penanganan bahan telah bekerja dengan cukup produktif, namun masih terdapat peluang untuk meningkatkan efisiensi dan optimalisasi lebih lanjut.

Material handling is an unavoidable activity in an industry or company. This activity is generally carried out using the help of tools such as forklifts and hand trucks, as well as some manual material handling. This activity is important to analyze because the productivity of material handling has a positive role in productivity which indirectly affects the production cost of an industry or company. Therefore, this study aims to measure the quantitative value of the productivity of material handling in Supermarket X so that it can provide potential improvement opportunities based on the results of the evaluation.

In this study, the productivity that will be discussed includes displacement that occurs based on data on the number of material handling and supporting facilities. In calculating the productivity of material handling, work sampling and the ratio of material handling productivity are used. The calculated material handling productivity ratio is the ratio of Material Handling Labor, Handling Equipment Utilization, Storage Space Utilization, Aisle Space Percentage, and Damage Load.

In general, the productivity level of material handling in Supermarket X has met the productivity standards. The average productive activity of material handling workers reached 76.4%, while for hand trucks it was 75.3%. The measured material handling productivity ratios gave the following values: MHL ratio of 0.13 (ideal <0>

Kata Kunci : hand truck, supermarket, rasio produktivitas penanganan bahan.

  1. S1-2025-463703-abstract.pdf  
  2. S1-2025-463703-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-463703-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-463703-title.pdf