Laporkan Masalah

Penerapan pola plasma inti terong Jepang di kabupaten dati II Sleman (studi kasus : desa Tambakrejo, desa Sumberrejo dan desa Selomartani)

Waryanta, Dr. A.J. Suhardjo, M.A.; Drs. Joko Christanto, M.Sc.

1995 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Penelitian mengenai penerapan pola plasma inti pada dasa warsa ini sangat penting dan mendesak untuk dilaksa¬nakan. Pentingnya penelitian tersebut disebabkan oleh posisi dan fungsi pendekatan pola plasma inti yang mampu untuk menjembatani antara kepentingan (vested interest) perusahaan besar dengan usaha menengah dan kecil. Oleh karena itu tanpa pretensi yang luas dan jauh, penelitian pola plasma inti Terong Jepang di Kabupaten Dati II Sleman ini dapat dijadikan sebagai pembanding dan sekaligus untuk masukan pengembangan pola plasma inti pada masa yang akan datang. Lokasi penelitian penerapan pola plasma inti Terong Jepang ini adalah di Kecamatan Tempel dan Kecamatan Kala¬san. Untuk Kecamatan Tempel dipilih sampel Desa Tambakrejo dengan Desa Sumberrejo. Sedangkan untuk Kecamatan Kalasan dipilih Desa Selomartani sebagai sampel desa penelitian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mekanisme penerpan pola plasma inti yang diterapkan oleh PT Murakabi Buana, untuk mengetahui pengaruh penerapan pola plasma inti PT Murakabi Buana terhadap pendapatan peserta plasma dan untuk mengetahui respon peserta plasma terhadap pener¬apan pola plasma inti PT Murakabi Buana pada masa menda¬tang. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode survai. Dalam pemilihan daerah samDel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Sedangkan untuk pemilihan responden dipergunakan metode aensus, yakni dengan mewawancarai seluruh peserta plasma pada masa tanam 1993 dan masa tanam 1994 di ketiga desa Denelitian. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa frekuensi penolakan oleh perusahaan inti terhadap produksi Terong Jepang yang dihasilkan peserta plasma, tidak mem¬punyai pengaruh yang kuat terhadap pendapatan yang diteri¬ma peserta plasma, secara umum tidak terjadi hubungan antara luas tanam Terong Jepang dengan pendapatan yang diperoleh peserta plasma baik pada masa tanam 1993 dan masa tanam 1994, kondisi tipologi wilayah tidak mempunyai pengaruh yang kuat dengan pendapatan yang diperoleh peser¬ta plasma, motivasi utama keikutsertaan peserta plasma dalam pengembangan pola plaema inti Terong Jepang adalah untuk meningkatkan pendapatan, dan respon yang diberikan peserta plasma terhadap pola plasma inti tersebut cukup positif yaitu tetap berDartisipasi pada masa tanam beri¬kutnya.

-

Kata Kunci : Pola Plasma Inti Terong,Sleman,DIY

  1. S1-1995-70580-Waryanta_abstract.pdf  
  2. S1-1995-70580-Waryanta_bibliography.pdf  
  3. S1-1995-70580-Waryanta_tableofcontent.pdf  
  4. S1-1995-70580-Waryanta_title.pdf