Laporkan Masalah

Ekologi Sosial Masyarakat Desa Tegalmulyo Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten Jawa Tengah dalam Pemanfaatan Sumberdaya Hutan di Taman Nasional Gunung Merapi

BONGGO SPYZAETUS BARTELSI ABDILLAH, Ir. Wahyu Tri Widayanti, S.Hut., M.P., IPU.

2025 | Skripsi | KEHUTANAN

Perubahan kebijakan TNGM menyebabkan adanya adaptasi masyarakat Desa Tegalmulyo dalam pemanfaatan sumberdaya hutan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi dan adaptasi masyarakat Desa Tegalmulyo dalam pemanfaatan sumberdaya hutan di TNGM.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Penentuan informan menggunakan teknik snowball, yaitu masyarakat Desa Tegalmulyo yang berinteraksi dengan TNGM, anggota Sapuangin Rescue, anggota Sapuangin café and farm, anggota Pokwis Sapuangin, anggota Koperasi Sapuangin, anggota Kelompok Tani Hutan, Petugas TNGM dan pendamping. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman.

Hasil penelitian ini menunjukan perubahan status kawasan dari hutan lindung menjadi hutan konservasi membawa perubahan dalam dinamika pemanfaatan kawasan hutan oleh masyarakat. Ketika kawasan berstatus hutan lindung, masyarakat memanfaatkan hutan sebagai sumber utama kebutuhan hidup. Pemanfaatan yag dilakukan oleh masyarakat mencakup pemanfaatan kayu, pemanfaatan rumput, pemanfaatan sumber air bersih, berburu hewan, dan pemanfaatan anggrek. Aktivitas ini menunjukan pendekatan antroposentris, dimana hutan dipandang sebagai sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Perubahan status kawasan menjadi konservasi, intensitas pemanfaatan hutan mengalami penurunan. Pergeseran ini mencerminkan tranformasi pendekatan menuju ekosentris. Pemanfaatan rumput oleh masyarakat Desa Tegalmulyo menjadi salah satu bentuk adaptasi dalam memanfaatkan kawasan TNGM. Pada masa awal penetapan kawasan sebagai TNGM, pemanfaatan rumput dilakukan sembunyi-sembunyi. Dengan adanya program kemitraan konservasi, masyarakat dapat memanfaatkan rumput secara terorganisir. Pemanfaatan wisata alam di Desa Tegalmulyo membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Hadirnya kegiatan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat dapat meningkatkan pendapatan.

Changes in TNGM policy have resulted in adaptation by the Tegalmulyo Village community in utilizing forest resources. The research aims to determine the interaction and adaptation of the Tegalmulyo Village community in utilizing forest resources in TNGM.

The approach used in this research is a qualitative approach with a case study research method. Determining informants using techniques snowball, namely the Tegalmulyo Village community who interact with TNGM, members Sweep Rescue, member Sapuangin cafe and farm, members of the Sapuangin Pokwis, members of the Sapuangin Cooperative, members of the Forest Farmers Group, TNGM officers and companions. Data collection was carried out by observation, in-depth interviews and documentation studies. Data analysis used the Miles and Huberman technique..

The results of this research show that the change in the status of the area from protected forest to conservation forest brings changes in the dynamics of forest area use by the community. When an area has protected forest status, people use the forest as their main source of subsistence needs. Utilization carried out by the community includes: use of wood, use of grass, use of clean water sources, hunting of animals, and use of orchids. This activity shows the approach anthropocentric, where forests are seen solely as a resource to meet human needs. Changing the status of the area to conservation, the intensity of forest use has decreased. This shift reflects a transformation of approaches towards ecocentric. The use of grass by the people of Tegalmulyo Village is a form of adaptation in utilizing the TNGM area. In the early days of the area's designation as TNGM, grass use was carried out in secret. With the conservation partnership program, the community can utilize grass in an organized manner. Utilizing natural tourism in Tegalmulyo Village opens up new economic opportunities for the community. The presence of natural tourism activities managed by the community can increase income.

Kata Kunci : ekologi sosial, antroposentris, ekosentris, Taman Nasional Gunung Merapi; social ecology,antroposentris, ecosentris, Mount Merapi National Park

  1. S1-2025-461975-abstract.pdf  
  2. S1-2025-461975-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-461975-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-461975-title.pdf