Laporkan Masalah

Hubungan Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan Tingkat Kualitas Hidup Wanita di Kelurahan Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta

ARINA CHASANAH GONZAGA PUTRI, Widyawati, S.Kp., M.Kes., Ph.D; Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., MN.Sc., Ph.D

2024 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menimbulkan berbagai macam dampak negatif bagi para korbannya. Munculnya pengaruh negatif pada kesehatan mental dan fisik korban mampu berpengaruh pada kualitas hidupnya. Penilaian KDRT dan kualitas hidup penting dilakukan untuk meningkatkan intervensi dan dukungan pada wanita yang rentan mengalami KDRT.

Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara KDRT dengan kualitas hidup pada wanita di Kelurahan Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dari penelitian ini merupakan wanita yang berdomisili di Kelurahan Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta yang berjumlah 100 orang. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner Bentuk-bentuk Kekerasan dalam Rumah Tangga dan WHOQOL-BREF. Uji analisis chi-square digunakan untuk menguji korelasi antara KDRT dengan kualitas hidup.

Hasil: Terkumpul sejumlah 100 orang sampel dengan prevalensi KDRT 40?n rata-rata skor kualitas hidup 65,87. Tidak ditemukan adanya korelasi yang signifikan antara KDRT dengan tingkat kualitas hidup wanita dalam penelitian ini (p = 0,198). Pendidikan terakhir dan penghasilan keluarga berhubungan signifikan dengan kualitas hidup (p = 0,000 dan p = 0,022).

Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kekerasan dalam rumah tangga dengan kualitas hidup wanita di Kelurahan Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan multidimensional dalam memahami kualitas hidup dan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi variabel lainnya.

Background: The high rate of domestic violence (DV) causes various negative impacts on its victims. The emergence of negative influences on the mental and physical health of victims can affect their quality of life. Domestic violence and quality of life assessments are important to increase intervention and support for women who are vulnerable to domestic violence.

Objective: Determining the relationship between domestic violence and quality of life in women in Keparakan Village, Mergangsan, Yogyakarta City.

Method: This study used a quantitative method with a cross sectional design. The sample of this study is 100 women domiciled in Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta City. The instruments used were the Questionnaire on Forms of Domestic Violence and WHOQOL-BREF. The chi-square analysis test was used to test the correlation between domestic violence and quality of life.

Result: A total of 100 samples were collected with a prevalence of 40% domestic violence and an average quality of life score of 65.87. There was no significant correlation between domestic violence and women's quality of life in this study (p=0.198). Last education and family income were significantly related to quality of life (p = 0.000 and p = 0.022).

Conclusion: This study shows that there is no significant relationship between domestic violence and women's quality of life in Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta. This finding emphasize the importance of a multidimensional approach in understanding quality of life and the need for further research to explore other variables.

Kata Kunci : KDRT, kualitas hidup, wanita

  1. S1-2024-458827-abstract.pdf  
  2. S1-2024-458827-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-458827-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-458827-title.pdf  
  5. S1-2025-458827-abstract.pdf  
  6. S1-2025-458827-bibliography.pdf  
  7. S1-2025-458827-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2025-458827-title.pdf