Kajian pelaksanaan dan pemanfaatan kredit usaha tani dalam program intensifikasi supra insus di kecamatan Pajangan,kabupaten Dati II Bantul
Wasisto Prasedyo, Drs.Soekadri, M.S.; Drs. Sujali, M.S.
1992 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHProgram intensifikasl supra insus merupakan salah satu program dari pihak pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan produksi beras secara Nasional, sekaligus mempertahankan swasembada beras yang telah dicapai. Input yang digunakan dalam intensifikasi ini lebih mahal daripada intenslfikasi terdahulu, sedangkan petani pada umumnya mempunyai permodalan yang lemah. Untuk mengatasi permasalahan ini petani diberi kemudahan untuk mengambll kredit melalui kredit usaha tani (KUT), akan tetapi pada pelaksanaannya terbentur pada kenyataan banyak petani menunggak kredit. Lokasi penelitian di Kecamatan Pajangan Kabupaten Dati II Bantul, dengan alasan daerah penelitian terletak pada dataran tiriggi dengari kondisi tanah yang kurang subur dan lahan persawahan yang ada sebagian besar merupakan tadah Kondisi ini menyebabkari pelaksanaan program supra insus di daerah penelitian banyak mengalami hambatan yaitu peningkatan produksi yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga menyebakan keterlambatan dalam pengembalian kredit. Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah pengambilan kredit, penga¬ruh jumlah pengambilan kredit bagi peningkatan produksi dan pendapatan petani serta tanggapan peserta terhadap pelaya¬nan kredit tersebut. Kelompok sasaran yang diambil meliputi tiga desa yang ada, yaitu Desa Guwosari, Desa Sendangsari dan Desa Triwidadi. Metode penelitian adalah metode survai. Untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya maka cara pengambilan sampel dengan menggunakan random sampling mengambil sebanyak 30 responden peserta program,untuk masing-masing desa, sehingga jumlah keseluruhan terdapat 90 responden dari 1.458 peserta. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan analisis frekuensi, korelasi product-moment dan uji beda t-Test.. Penelitian dilakukan untuk musim tanam 1987, pada saat pertama program diterapkan dan perbandingan hasil dilakukan pada musim tanam 1986, saat belum menjadi peserta program. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang meyakinkan antara jumiah kredit yang diambil dengan luas lahan garapan dan besar biaya usaha tani. Hal ini menunjukkan bahwa luas lahan garapan dan besar biaya usaha tani menjadi penentu dari jumlah kredit yang diambil. Dari hasil uji beda menurniukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang meyakinkan pada taraf siknifikansi 1%, antara produksi sebelum mengambil kredit dan sesudah pengambilan kredit. Hasil uji beda menunjukkan pula bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara keuntungan pendapatan peserta sebelum mengambil kredit dengan keuntungan pendapatan setelah mengambil kredit. Dari rata-rata pendapatan menunjukkan terjadi penurunan keuntungan peridapatan usaha tani sebelum mengambil kredit dengan keuntungan pendapatan setelah mengambil kredit.
-
Kata Kunci : Program intensifikasi supra insus,Kredit petani,Pajangan,Bantul,DIY