Laporkan Masalah

ENTENG BOBOT'E, REKOSO NGUNDHAKAKE: STUDI POLA PEGASUHAN BALITA DENGAN BERAT BADAN KURANG DI TENAH SEWU PARI

Tika Widari, Dr. Elan Ardri Lazuardi, S.Ant., M.A.

2024 | Tesis | S2 Antropologi

Berat badan kurang pada balita menjadi isu kesehatan yang genting di Desa Tanah Sewu Pari. Bersamaan dengan kondisi tersebut, pneumonia dan stunting menjadi dua faktor yang berkaitan dengan penurunan berat badan balita. Meningkatkan berat badan pada balita dengan riwayat pneumonia dan stunting membutuhkan proses yang kompleks dibandingkan dengan balita tanpa riwayat penyakit tersebut. Melihat pada faktor sosial budaya, berat badan kurang pada balita mempertanyakan faktor relasi penghambat dalam kesejahteraan kesehatan anak. Melalui pengamatan pada pola pengasuhan balita dengan berat badan kurang memperlihatkan bahwa kualitas kesehatan anak tak hanya berkaitan dengan faktor patogen namun juga kebiasaan, adat istiadat, dan kondisi sosial. Penelitian ini dilakukan selama bulan Oktober-November 2023, etnografi ini menggunakan pendekatan Critical Medical Anthropology (CMA) guna  melihat  bagaimana penerapan pengasuhan yang dilakukan oleh keluarga balita dan peranan relasi kuasa dalam taraf mikro dan makro dalam upaya menggapai berat badan ideal pada balita di Tanah Sewu Pari. Ditemukan bahwa adanya faktor kurang kompaknya anggota keluarga dalam mengasuh balita. Kakek/nenek memiliki peran yang dominan dalam keluarga. Ayah kurang terlibat langsung pada pengasuhan balita. Di sisi lain, ibu dihadapkan dengan beban bertanggung jawab atas kualitas kesehatan anak dan tugas domestik. Pada keadaan lainnya, perilaku swamedikasi, polusi udara dan anggota keluarga perokok aktif. Selain itu, adanya faktor relasi kuasa dalam tingkat keluarga (mikro) dan penyelenggara program kesehatan (makro) menjadi elemen penghambat upaya penekanan angka kasus berat badan kurang pada balita di Tanah Sewu Pari.

Underweight in toddlers is a critical health issue in Tanah Sewu Pari Village. Along with this condition, pneumonia and stunting are two factors related to weight loss in toddlers. Increasing weight in toddlers with a history of pneumonia and stunting requires a complex process compared to toddlers without a history of these diseases. Looking at socio-cultural factors, underweight in toddlers questions the relationship factors that inhibit children's health welfare. Through observations of parenting patterns for toddlers with underweight, it shows that the quality of children's health is not only related to pathogenic factors but also habits, customs, and social conditions. This study was conducted during October-November 2023, this ethnography uses the Critical Medical Anthropology (CMA) approach to see how the implementation of parenting is carried out by toddler families and the role of power relations at the micro and macro levels in efforts to achieve ideal weight in toddlers in Tanah Sewu Pari. It was found that there was a factor of lack of unity among family members in caring for toddlers. Grandparents have a dominant role in the family. Fathers are less directly involved in raising toddlers. On the other hand, mothers are faced with the burden of being responsible for the quality of their children's health and domestic duties. In other circumstances, self-medication behavior, air pollution and active smoking family members. In addition, the existence of power relations factors at the family level (micro) and health program organizers (macro) are elements that inhibit efforts to reduce the number of cases of underweight in toddlers in Tanah Sewu Pari.

Kata Kunci : pola asuh, berat badan balita, relasi kuasa, keluarga, Indonesia Emas 45

  1. S2-2024-500711-abstract.pdf  
  2. S2-2024-500711-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-500711-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-500711-title.pdf