Laporkan Masalah

PENGARUH LEVEL SERAT KASAR TERHADAP KARKAS DAN BAGIAN-BAGIAN KARKAS ITIK LOKAL PADA UMUR POTONG BERBEDA

Abdul Muthalib, Prof. Dr. In Tri Yuwanta, SU., DEA.; Ir. Edi Suryanto, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.

2004 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level serat kasar terhadap karkas dan bagian-bagian karkas itik lokal. Penelitian ini menggunakan 64 ekor anak itik lokal jantan umur satu hari yang dipelihara secara intensif selama 10 minggu. Anak itik dibagi menjadi empat perlakuan, setiap perlakuan ransum diulangi empat ulangan dengan menggunakan empat ekor per ulangan. Pemberian pakan pada umur 0-2 minggu menggunakan BR 1, pada umur 3-10 minggu menggunakan pakan dengan level serat kasar ransum 5% (SK-5), 10% (SK-10), 15% (SK-15), dan 20% (SK-20). Data yang dikumpglkan meliputi konsumsi pakan, bobot badan, bobot karkas, dan bobot bagian-bagian karkas. Data dianalisis dengan rancangan acak lengkap pola searah, kemudian di uji dengan Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level serat kasar ransum tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap bobot karkas dan bagian-bagian karkas, kecuali pada umur potong 6 minggu berbeda sangat nyata(P<0,01) pada bobot karkas dan berbeda nyata (P<0,05) pada bobot bagian-bagian karkas. Secara rerata perlakuan ransum SK-20 dengan level serat kasar 20% menghasilkan bobot karkas dan bagian-bagian karkas tertinggi pada tiap-tiap umur potong. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan level serat kasar ransum tidak dapat meningkatkan bobot karkas dan bagian-bagian karkas. Kata kunci : Itik lokal jantan, Level serat kasar, Karkas, Bagian bagian karkas

The objective of this study was to investigate the effect dietary crude fiber level on carcass and carcass parts of local duck. Sixty four male local ducklings of 1 day old was used in this expriment. They were reared for 10 weeks. The duckling were divided into four dietary treatments. Each treatment contained four ducks as replication. All day old ducks were fed BR 1 for two weeks. The crude fiber feed were given to the ducks at 3-10 weeks. The levels of crude fiber were as follow 5% (SK-5), 10% (SK-10), 15% (SK-15) and 20% (SK-20). Data collected were feed consumption, body weights, carcass weights, and carcass parts weights. The data were analyzed using analysis of variance completely randomized design. The mean differences were tested by Duncan Multiple Range Test. The results indicated that crude fiber level did not significantly influence the body and carcass weights and carcass parts of ducks. However, there were significant differences on body and carcass weight (PC0.01) and carcass parts weight (PC0.05) of six week old ducks. Crude fiber diet of 20% (SK-20) had highest body and carcass weight. Key words: Local male duck, Crude fiber level, Carcass, Carcass parts

Kata Kunci : Itik lokal jantan, Level serat kasar, Karkas, Bagian bagian karkas.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.