Laporkan Masalah

Hubungan Karakteristik Sosiodemografi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Swamedikasi Penyakit Maag Pada Mahasiswa Non Kesehatan di Yogyakarta

Ghea Rachella Tiffany, Dr. apt. Niken Nur Widyakusuma, M. Sc.; Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, M. Kes.

2024 | Skripsi | FARMASI

Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk menangani gejala atau keluhan penyakit yang dialaminya sendiri. Pelaksanaan swamedikasi sering dilakukan untuk mengatasi penyakit ringan salah satunya adalah maag yang umum terjadi di kalangan mahasiswa. Swamedikasi dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara tepat. Sebaliknya, apabila swamedikasi tidak dilakukan secara tepat akan menimbulkan risiko kesalahan dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi penyakit maag pada mahasiswa Non Kesehatan di wilayah Yogyakarta. 

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui metode accidental sampling serta instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui gambaran karakteristik sosiodemografi, tingkat pengetahuan, dan sikap swamedikasi penyakit maag. Selanjutnya, dilakukan analisis statistik menggunakan uji chi-square dengan taraf kepercayaan 95%.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan terdapat 110 responden dengan 88 responden (80%) memiliki tingkat pengetahuan baik dan 22 responden (20%) memiliki tingkat pengetahuan kurang. Kemudian 55,5?ri total responden memiliki sikap positif dan sebanyak 44,5?ri total responden memiliki sikap negatif terhadap swamedikasi penyakit maag. Hasil analisis statistik dengan chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan dan tidak terdapat hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan sikap swamedikasi penyakit maag. Selain itu, tidak terdapat hubungan juga antara tingkat pengetahuan dengan sikap swamedikasi penyakit maag (p value = 1,000). Oleh karena itu, dari hasil yang diperoleh perlu dilakukan evaluasi, meliputi penyebaran kuesioner lebih merata, pengembangan instrumen, dapat menambah variabel, dan dapat menambah butir pernyataan untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik. 


Self-medication is a person's effort to treat the symptoms or complaints of the disease they experience themselves. Self-medication is often done to treat minor illnesses, one of which is gastritis that occurs a lot among students. Self-medication can have a positive impact if done correctly. Conversely, if self-medication is not done correctly, it will pose a risk of medication error. This study aimed to determine the relationship between sociodemographic characteristics with the level of knowledge and attitude of gastritis self-medication among non-health students in the Yogyakarta area. 

This study used a descriptive quantitative approach with a cross sectional design. The sample was selective by using an accidental sampling method, and the instrument used was a questionnaire. Data analysis was carried out descriptively to determine the description of sociodemographic characteristics, level of knowledge, and attitude towards self-medication of gastritis. Furthermore, statistical analysis used the chi-square test with a confidence level of 95%.

The results of descriptive analysis showed that there were 110 respondents in total with 88 respondents (80%) having a good level of knowledge and 22 respondents (20%) having a poor level of knowledge. Then 55.5% of the total respondents had a positive attitude and as many as 44.5% of the total respondents had a negative attitude towards self-medication of gastritis. There was no relationship between sociodemographic characteristics with the level of knowledge,  and there was also no relationship between sociodemographic characteristics with the attitude of gastritis self-medication. In addition, there was also no relationship between knowledge level and gastritis self-medication attitude (p value = 1.000). Therefore, the results need to be further evaluated, including by distributing questionnaires more evenly, developing instruments, adding variable, and adding statement items to obtain more specific information.

Kata Kunci : Swamedikasi, Maag, Tingkat Pengetahuan, Sikap

  1. S1-2024-481294-abstract.pdf  
  2. S1-2024-481294-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-481294-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-481294-title.pdf  
  5. S1-2025-481294-abstract.pdf  
  6. S1-2025-481294-bibliography.pdf  
  7. S1-2025-481294-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2025-481294-title.pdf