Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dengan Tingkat Pengetahuan dan Stigma Gangguan Mental pada Mahasiswa Klaster Non Medika Universitas Gadjah Mada
Daffa Muhammad Tsaqif Wirawan, Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, S.Farm., M.Kes.
2024 | Skripsi | FARMASI
Permasalahan kesehatan jiwa di Indonesia, khususnya pada
usia remaja, masih menjadi isu yang belum terselesaikan. Menurut Survei
Kesehatan Mental Remaja Nasional Indonesia (I-NAMHS) pada tahun 2022 menunjukan
bahwa satu dari tiga remaja mengalami gangguan mental. Tidak terkecuali di
Yogyakarta sebagai kota yang dikenal sebagai kota pelajar merupakan daerah
tertinggi kedua dengan prevalensi gangguan mental. Salah satu perguruan tinggi
negeri di Yogyakarta adalah Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari beberapa
fakultas yang dapat dikelompokan menjadi dua klaster yaitu Medika dan Non
Medika. Mahasiswa klaster non medika umumnya memiliki latar belakang pendidikan
yang berbeda dari mahasiswa klaster medika (kesehatan). Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan mahasiswa non medika terhadap gangguan
mental, mengidentifikasi hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan
tingkat pengetahuan dan stigma terhadap gangguan mental, serta menganalisis
hubungan tingkat pengetahuan terhadap tingkat stigma gangguan mental.
Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan
sampel penelitian ini adalah mahasiswa aktif Universitas Gadjah Mada klaster
non medika sebanyak 101 yang diperoleh melalui teknik convenience sampling.
Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan stigma gangguan
mental secara urut yaitu Mental Health Knowledge Questionnaire (MHKq)
dan Attitudes Toward Mental Illness Questionnaire (AMIq).
Hasil pengukuran tingkat pengetahuan dan stigma gangguan mental rata-rata memiliki tingkat pengetahuan yang tergolong kurang baik sebesar 74% (< 75>p-value >0,05 namun beda hal antara tahun perkuliahan dengan stigma didapatkan p-value 0,013 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan. Selain itu, Hasil uji statistik terhadap tingkat pengetahuan dan stigma juga menunjukkan p-value 0,230 yang mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara variabel-variabel tersebut.
Mental health issues ini Indonesia, particularly among adolescents, remain an unresolved concern. According to the Indonesian National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) in 2022, one in three adolescents experiences mental health disorders. Yogyakarta, known as a student city, ranks as the second-highest region in terms of mental health disorder prevalence. One of the state universities in Yogyakarta is Universitas Gadjah Mada, which consists of several faculties grouped into two clusters: Medical and Non-Medical. Students in the non-medical cluster generally have different educational backgrounds compared to those in the medical (health) cluster. This study aims to evaluate the knowledge of non-medical students regarding mental health disorders, identify the relationship between sociodemographic characteristics and levels of knowledge and stigma towards mental health disorders, and analyze the correlation between knowledge and stigma.
This research adopts a cross-sectional approach, with a sample of 101 active non-medical cluster students at Universitas Gadjah Mada, obtained through convenience sampling. The instruments used to measure knowledge and stigma regarding mental health disorders were the Mental Health Knowledge Questionnaire (MHKq) and Attitudes Toward Mental Illness Questionnaire (AMIq).
The results showed that most respondents had low levels of knowledge with a score 74% (< 75> but displayed positive stigma towards mental health disorders, they scored 78,3% (? 75). Statistical analysis using the chi-square test revealed no significant relationship between sociodemographic characteristics. However, there was a significant relationship between the year of study and stigma, as indicated by a p-value of 0,013. Furthermore, the statistical test result for knowledge and stigma also showed a p-value of 0,230, indicating no significant relationship between these variables.
Kata Kunci : Sosiodemografi, Tingkat Pengetahuan, Stigma, Gangguan Mental, Mahasiswa