Implementasi Program Diversifikasi dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Keerom (Studi Kasus Kegiatan Pengembangan Jagung di Kabupaten Keerom)
Billyandro Natalis Joas Wondiwoy, Dr. Ambar Teguh Sulistiyani, M.Si
2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Kegiatan
pengembangan jagung merupakan program strategis pemerintah dalam mendukung
program diversifikasi dan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui proses program pengembangan diversifikasi serta ketahanan pangan
melaui aktivitas peningkatan jagung yang berawal dari anggaran APBN dan APBD
yang dilaksankan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Keerom. Selain itu, penelitian
ini juga akan mengemukakan aspek-aspek yang jadi penghambat dan pendukung dalam
program diversifikasi dan ketahanan pangan. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penghimpunan data pada riset ini
dilaksanakan dengan langkah interview semi struktur (daring), dokumentasi, dan
observasi. Penelitian ini melakukan analisis secara mendalam dengan menggunakan
teori yang dikatakan oleh Edward III, yang mana ada dua faktor utama yang amat
mempengaruhi kesuksesan penerapan sebuah kebijakan, yakni komunikasi serta
sumber daya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program
pengembangan diversifikasi serta ketahanan pangan dari aktivitas peningkatan
jagung yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Keerom belum berjalan
optimal. Dilihat dari dimensi komunikasi yang terkait dengan indikator
transmisi dan dimensi sumber daya yang berhubungan dengan indikator fasilitas
menjadi penyebab belum optimalnya implementasi kebijakan tersebut. Faktor pendukung
dalam implementasi kegiatan pengembangan jagung meliputi dimensi komunikasi
dengan dua indikator yakni kejelasan serta konsistensi yang telah beroperasi
dengan lancar. Dimensi sumber daya memiliki tiga indikator yakni pegawai,
kewenangan, serta informasi yang juga telah terlaksana dengan baik. Penelitian
ini merekomendasikan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Keerom selaku implementor
agency perlu melibatkan aktor lainnya dalam implementasi kegiatan
pengembangan jagung. Seperti kelurahan, kecamatan, organisasi kemasyarakatan,
asosiasi disektor pertanian hingga swasta dalam mensosialisasikan program dan
kegiatan agar memiliki pengaruh masif.
Maize
development activities are a strategic government program that supporting
diversification and food security programs. This study aims to determine the
process of diversification and food security development programs through maize
improvement activities originating from the APBN and APBD budgets implemented
by the Keerom District Agriculture Office. In addition, this research will also
put forward aspects that become obstacles and supporters in the diversification
and food security program. The method used in this research is qualitative
research. This research collected data using semi-structured (online)
interviews, documentation, and observation. This research conducts in-depth
analysis using the theory stated by Edward III, in which two main factors
greatly affect the success of implementing a policy, namely communication, and
resources. This study's results show that the program's implementation to
develop diversification and food security from corn improvement activities
carried out by the Keerom District Agriculture Office has not run optimally.
Judging from the communication dimension related to the transmission indicator
and the resource dimension related to the facility indicator, the
implementation of the policy has not been optimal. Supporting factors in the
implementation of corn development activities include the communication
dimension with two indicators, namely clarity and consistency, which have
operated smoothly. The resource dimension has three indicators, namely
employees, authority, and information, which have also been implemented well.
This study recommends that the Keerom District Agriculture Office as the
implementing agency needs to involve other actors in the implementation of
maize development activities. Such as villages, sub-districts, community
organizations, associations in the agricultural sector to the private sector in
socializing programs and activities to have massive influence.
Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Kegiatan Pengembangan Jagung