Laporkan Masalah

JENIS SERANGGA YANG BERASOSIASI DENGAN TANAMAN KELENGKENG (Dimocarpus longan) PADA BERBAGAI FASE PERTUMBUHAN

DIANA SINTA PRAMUDITA, Prof. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., Ph.D; Dr. Suputa, S.P., M.P.

2025 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Kelengkeng (Dimorcarpus longan) merupakan salah satu komoditas buah-buahan penting di Indonesia yang banyak dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan internasional. Serangga mempunyai peranan penting dalam ekosistem pertanian, termasuk pada tanaman kelengkeng. Peranan serangga baik positif maupun negatif pada setiap fase perkembangan tanaman kelengkeng belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan peranan serangga yang berasosiasi dengan tanaman kelengkeng, baik yang tercatat maupun tidak tercatat dalam literatur, pada setiap fase pertumbuhan tanaman. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan mengambil sampel serangga pada setiap fase pertumbuhan tanaman lengkeng hingga panen buah sebanyak 16 kali pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman serangga hama bervariasi tergantung fase pertumbuhan tanaman. Pada fase vegetatif, serangga yang berasosiasi dengan tanaman lengkeng cenderung lebih banyak menjadi hama daun atau pucuk muda. Serangga yang mendominasi pada fase ini adalah Cornegenapsylla sinica. Pada fase generatif, serangga yang berasosiasi dengan tanaman kelengkeng lebih dominan melakukan penyerbukan. Serangga yang mendominasi fase ini adalah Calliporidae-sp1 dan Anoplolepis gracilipes. Namun terdapat juga beberapa jenis serangga yang berpotensi menjadi hama bunga yang dapat merusak atau mengganggu proses penyerbukan. Hama serangga yang merusak bunga antara lain larva Rutelinae-sp1 dan P. illepideria. Selain itu, ditemukan pula bakteri Conogethes punctiferalis yang merusak buah dan menurunkan kualitas serta hasil panen kelengkeng. Temuan ini menunjukkan bahwa ada beberapa serangga hama yang bernilai ekonomis yang perlu dikelola dengan baik agar dapat menghasilkan panen yang baik tanpa mengurangi kualitas buah karena mengandung residu insektisida dalam jumlah yang tidak dapat diterima.

Longan (Dimorcarpus longan) is one of the important fruit commodities in Indonesia that is widely cultivated to meet the needs of local and international markets.
Insects play an important role in the agricultural ecosystem, including in longan plants. The role of insects, both positive and negative, in each phase of longan plant development has not been widely reported. This study aimed to determine the types and roles of insects associated with longan plants, both recorded and unrecorded in the literature, in each phase of plant growth. The method used was a field survey by taking insect samples at each phase of longan plant growth until the fruit harvesting for 16 observations. The results showed that the diversity of insect pests varied depending on the growth phase of the plant. In the vegetative phase, insects associated with longan plants tended to be more leaf or young shoot pests. The insect that dominated in this phase was Cornegenapsylla sinica. In the generative phase, insects associated with longan plants were more dominantly pollinators. The insects that dominated this phase were Calliporidae-sp1 and Anoplolepis gracilipes. However, there were also several species of insects that were potential to become flower pests, which could damage or disrupt the pollination process. Insect pests that damaged flowers include Rutelinae-sp1 and P. illepideria larvae. Furthermore, Conogethes punctiferalis was found damaging the fruit and it reduced the quality and yield of longan harvest. These findings suggest that there were several economically insect pests that need to be managed properly to have a good harvest without reducing the quality of fruits due to containing unacceptable level of insecticide residue.

Kata Kunci : kelengkeng, serangga, stadium tanaman

  1. S1-2025-455635-abstract.pdf  
  2. S1-2025-455635-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-455635-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-455635-title.pdf