Laporkan Masalah

Pengalaman Kehamilan Remaja dalam Pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi: Refleksi atas Relational Well-Being

ADINDA PUTRI, Milda Longgeita Br. Pinem, S.Sos., M.A., Ph.D.

2024 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Angka kehamilan remaja di Indonesia masih cukup tinggi.  Berdasarkan data hasil Long Form Sensus Penduduk 2020, angka kelahiran remaja umur 15-19 tahun di Indonesia sebesar 26-27 kelahiran per 1.000 perempuan (BPS, 2022). Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan tentang kesehatan seksual dan reproduksi merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap kehamilan remaja. Situasi ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan perempuan, termasuk kesehatan, kesejahteraan psikologis, dinamika sosial, pendidikan, dan peluang ekonomi, sehingga menempatkan remaja perempuan pada posisi yang rentan. 

Berdasarkan isu-isu tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengalaman remaja hamil dalam kaitannya dengan Kesehatan Seksual dan Reproduksi dan Hak-Hak Seksual dan Reproduksi (HKSR) dalam kerangka relational well-being. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, memanfaatkan analisis tematik untuk evaluasi. Wawancara mendalam dan observasi dilakukan dengan empat informan yang dipilih secara sengaja yang telah hamil sebelum usia 20 tahun. Konsep HKSR diterapkan untuk melihat bagaimana pemenuhan HKSR remaja dalam dimensi sosial, fisik, dan psikologis melalui kacamata feminisme radikal untuk melihat bagaimana budaya patriarki membatasi pemenuhan HKSR. Selain itu, konsep relational well-being digunakan untuk melihat relasi remaja mencakup aspek relasi interpersonal, komunitas, institusi, diri sendiri, dan kebijakan kesehatan dan kaitannya dengan pemenuhan HKSR remaja.

Temuan menunjukkan bahwa budaya patriarki baik di level masyarakat hingga negara membatasi pemenuhan HKSR remaja hamil. Akibatnya, kondisi relational well-being remaja menjadi kurang terpenuhi. Memastikan pemenuhan HKSR yang optimal bagi remaja hamil sangat penting untuk meningkatkan relational well-being mereka. Situasi ini menyoroti bahwa pemenuhan HKSR tidak hanya mencakup akses ke layanan kesehatan, tetapi juga menciptakan lingkungan sosial yang mendukung, memberdayakan, dan menghormati remaja.

Adolescent pregnancy rates in Indonesia remain relatively high. According to data from the 2020 Population Census Long Form, the birth rate among adolescents aged 15-19 in Indonesia is approximately 26-27 births per 1,000 women (BPS, 2022). Research indicates that limited knowledge about sexual and reproductive health (SRH) is a primary factor contributing to adolescent pregnancies. This situation profoundly impacts various aspects of young women’s lives, including health, psychological well-being, social dynamics, education, and economic opportunities, thereby placing adolescent girls in vulnerable positions.

In response to these issues, this study aims to investigate the lived experiences of pregnant adolescents in relation to Sexual and Reproductive Health and Rights (SRHR) within the framework of relational well-being. Employing a qualitative methodology with a phenomenological approach, the study uses thematic analysis to evaluate findings. In-depth interviews and observations were conducted with four purposefully selected informants who had experienced pregnancy before the age of 20. The SRHR framework was applied to examine how adolescents’ SRHR fulfillment is influenced across social, physical, and psychological dimensions. Radical feminist perspectives were utilized to explore how patriarchal culture restricts the realization of SRHR. Furthermore, the concept of relational well-being was adopted to assess adolescents' relationships, encompassing interpersonal, community, institutional, self, and health policy dimensions, and their connection to SRHR fulfillment.

The findings reveal that patriarchal culture—operating at both societal and state levels—significantly hampers the fulfillment of pregnant adolescents’ SRHR. Consequently, the relational well-being of these adolescents remains inadequately addressed. Ensuring optimal SRHR fulfillment for pregnant adolescents is crucial to improving their relational well-being. This situation underscores the necessity of not only providing access to healthcare services but also fostering a supportive, empowering, and respectful social environment for adolescents.

Kata Kunci : Kehamilan Remaja, Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi, Relational Well-Being

  1. S1-2024-462868-abstract.pdf  
  2. S1-2024-462868-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-462868-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-462868-title.pdf