Struggling for Identity of American Minorities Through New Media: A Case Study on Bretman Rock
Annida Ul Marhamah, Prof. Dr. Ida Rochani Adi, S.U.
2025 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN AMERIKA
Bretman Rock, tokoh LGBTQ+ Filipina-Amerika terkemuka, telah memanfaatkan Media Baru untuk membangun popularitasnya dan mengatasi mikroagresi yang ditujukan kepadanya di Amerika Serikat. Studi ini meneliti bagaimana bahasa menyampaikan mikroagresi dan bagaimana Bretman mendekonstruksi struktur yang mendasarinya, dengan fokus pada persimpangan heteronormativitas dan identifikasi minoritas-mayoritas. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga pertanyaan: Bagaimana Bretman membangun popularitasnya sebagai minoritas Amerika, bagaimana struktur mikroagresi yang ditujukan kepada Bretman Rock digambarkan dalam karyanya melalui Media Baru, dan bagaimana Bretman Rock mendekonstruksi struktur mikroagresi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada metode dekonstruksi Jacques Derrida, studi ini menganalisis konten digital Bretman untuk mengungkap dinamika kekuasaan dan representasi dalam karyanya. Temuan menunjukkan bahwa mikroagresi yang ditujukan kepada Bretman bertentangan dengan kerangka teoritis yang ada, menyoroti dimensi transformatif di mana pengalaman tersebut didefinisikan ulang menjadi sumber pemberdayaan. Dekonstruksi ini mengungkap tahap-tahap tertentu dalam struktur mikroagresi yang, jika dinavigasi, berkontribusi pada ketahanan dan keaslian individu. Pada akhirnya, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya keaslian dalam penceritaan digital sekaligus memberikan wawasan baru tentang bagaimana ras, gender, dan seksualitas saling bersinggungan dalam representasi media. Penelitian ini menganjurkan pemahaman yang lebih luas tentang interaksi lintas budaya dan representasi diri untuk membina masyarakat yang lebih adil.
In the United States, Bretman Rock, a prominent Filipino-American LGBTQ+ figure, has leveraged New Media to build his popularity and navigate the microaggressions directed at him. This study examines how language conveys these microaggressions and how Bretman deconstructs their underlying structures, focusing on the intersections of heteronormativity, queerness, and minority-majority identifications. The research aims to address three questions: How did Bretman build his popularity as an American minority, how is the structure of microaggression directed at Bretman Rock depicted in his work through New Media, and how does Bretman Rock deconstruct the structure of microaggressions.Using a qualitative approach grounded in Jacques Derrida's method of deconstruction, the study analyzes Bretman’s digital content to reveal the dynamics of power and representation within his work. The findings demonstrate that the microaggressions targeted at Bretman contradict existing theoretical frameworks, highlighting a transformative dimension where such experiences are redefined into sources of empowerment. The deconstruction unveils specific stages within the structure of microaggressions that, when navigated, contribute to individual resilience and authenticity. Ultimately, this study underscores the importance of authenticity in digital storytelling while providing new insights into how race, gender, and sexuality intersect in media representation. The research advocates for a broader understanding of cross-cultural interactions and self-representation to foster a more equitable society.
Kata Kunci : Filipino-American, LGBTQ+, Microaggression, New Media, Representation