Laporkan Masalah

Pemerolehan Bahasa Jawa Anak Usia 2,5 Tahun di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang (Kajian Psikolinguistik)

Achilla Chillava Acacia, Dr. Daru Winarti, M.Hum.

2025 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA

Penelitian ini membahas mengenai pemerolehan bahasa anak usia 2,5 tahun. Pada usia ini umumnya anak-anak sudah mulai bisa berbicara. Namun, anak pada usia 2,5 tahun masih memiliki keterbatasan kemampuan dalam menggunakan ujaran. Hal ini justru memperlihatkan kekhasan yang dimiliki oleh masing-masing anak. Untuk menjelaskan hal tersebut, penelitian ini akan mencermati jenis bahasa, fonologi, morfologi, sintaksis, dan leksikon yang sudah dikuasai oleh anak-anak berusia sekitar 2,5 tahun khususnya di daerah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Dalam tulisan ini, kajian psikolinguistik digunakan untuk membahas mengenai proses yang berlangsung ketika anak-anak memperoleh bahasa pertama mereka.  Penelitian ini menggunakan metode simak libat cakap dalam pengambilan data. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini, yaitu terdapat jenis bahasa Jawa dialek Jawa Timur, bahasa Jawa standar, dan bahasa Indonesia. Ditemukan juga adanya proses campur kode dan onomatope. Dalam pemerolehan fonologi, anakanak telah menguasai seluruh fonem vokal bahasa Jawa, yaitu fonem /a/, /i/, /u/, /e/, /?/, dan /o/. Terdapat pula 18 fonem konsonan bahasa Jawa, yaitu /b/, /c/, /?/, /g/, /h/, /j/, /k/, /?/, /l/, /m/, /n/, /ñ/, /?/, /p/, /s/, /t/, /w/, dan /y/. Pada pemerolehan morfologi, mereka menguasai afiksasi, yang terdiri dari prefiks, sufiks, dan konfiks serta reduplikasi. Dalam pemerolehan sintaksis, mereka menuturkan ujaran satu kata serta ujaran dua kata atau lebih. Leksikon yang mereka kuasai berkategori verba, adjektiva, nomina, pronomina, numeralia, adverbia, kata tugas, dan interjeksi. Setiap anak memiliki kekhasan tuturan masing-masing. Gilang melafalkan suatu fonem dengan fonem yang lain, seperti fonem /k/ dilafalkan /t/. Nala menuturkan kata yang memiliki proses fonemik di dalamnya, seperti adanya kontraksi pada kata seledri menjadi lesti. Serta Shalom menuturkan banyak ujaran yang terdiri dari dua kata atau lebih menggunakan bahasa Indonesia.  

This study discusses language acquisition in children aged 2.5 years. At this age, children typically begin to speak; however, due to the limitations in their ability to use language, distinct characteristics emerge in each child’s speech. To explain this, the study will examine the types of language, phonology, morphology, syntax, and lexicon mastered by children around 2.5 years old, particularly in the Kepanjen District, Malang Regency. In this paper, a psycholinguistic approach is used to discuss the processes occurring in the children's brains as they acquire their first language. This research employs the simak libat cakap method for data collection. The results show that the children have mastered various forms of the Javanese language, including the East Javanese dialect, standard Javanese, and Indonesian. The study also found the presence of code-mixing and onomatopoeia in their speech. In terms of phonological acquisition, the children have mastered all the vowel phonemes of Javanese, namely /a/, /i/, /u/, /e/, /?/, and /o/. They have also acquired 18 consonant phonemes in Javanese: /b/, /c/, /?/, /g/, /h/, /j/, /k/, /?/, /l/, /m/, /n/, /ñ/, /?/, /p/, /s/, /t/, /w/, and /y/. In terms of morphological acquisition, they have mastered affixation, which includes prefixes, suffixes, and circumfixes, as well as reduplication. Regarding syntactic acquisition, the children have been able to produce single-word utterances as well as two-word or more complex utterances. The lexicon they have acquired includes verbs, adjectives, nouns, pronouns, numerals, adverbs, function words, and interjections. Each child has unique speech patterns. Gilang often pronounces one phoneme as another, such as pronouncing the phoneme /k/ as /t/, and so on. Nala produces words with phonemic processes, such as contractions, for example, the word seledri becoming lesti. Meanwhile, Shalom has a unique feature in being able to produce many utterances consisting of two or more words in Indonesian. 

Kata Kunci : pemerolehan bahasa, fonologi, morfologi, sintaksis, leksikon

  1. S1-2025-476788-abstract.pdf  
  2. S1-2025-476788-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-476788-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-476788-title.pdf