Gambaran Perilaku Mendapatkan, Menyimpan, dan Membuang Obat dalam Skala Rumah Tangga di Kabupaten Kebumen
Rahma Nisa Aulia, apt. Anna Wahyuni Widayanti, M.P.H., Ph.D.
2024 | Skripsi | FARMASI
Penggunaan obat yang cukup tinggi menyebabkan akumulasi obat tidak terpakai di rumah tangga. Hingga saat ini, terdapat banyak kasus di masyarakat mengenai penggunaan obat yang irrasional. Ikatan Apoteker Indonesia mengenalkan istilah Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) untuk memberikan informasi pengelolaan obat yang benar dan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait obat-obatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran perilaku masyarakat di Kabupaten Kebumen dalam mengelola obat yang meliputi perilaku mendapatkan, menyimpan, dan membuang obat dalam skala rumah tangga.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode non-eksperimental deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik convenience sampling dan instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Kuesioner disebar kepada masyarakat di Kabupaten Kebumen secara luring. Data dikumpulkan dan dianalisis secara univariat (deskriptif kuantitatif). Penelitian dilakukan pada bulan November 2024.
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 125 responden menggunakan obat dalam 6 bulan terakhir dengan mayoritas obat yang digunakan adalah obat bebas (98%). Tempat utama dalam mendapatkan obat-obatan adalah apotek. Mayoritas rumah tangga menyimpan 2-5 jenis obat di kotak khusus obat/kotak P3K (38,4%) dengan ruangan yang paling banyak digunakan adalah ruang keluarga (51,2%). Sebanyak 46,4% rumah tangga tidak pernah mendapatkan informasi terkait cara membuang obat dan mayoritasnya langsung membuang obat ke tempat sampah tanpa mengeluarkan sisa obat baik untuk obat sediaan padat (71,2%), sediaan cair (56%), dan sediaan semipadat (61,6%). Mayoritas rumah tangga sudah tepat pada perilaku mendapatkan dan menyimpan obat, tetapi belum tepat pada perilaku membuang obat.
The high use of medicines causes the accumulation of unused drugs in households. Until now, there have been many cases in the community regarding irrational use of drugs. Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) introduced the term Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) to provide information on proper drug management and improve public understanding of drugs. The purpose of this study was to see the description of community behaviour in Kebumen Regency in managing drugs which includes the behaviour of getting, storing, and disposing of drugs on a household scale.
The study was conducted using a non-experimental quantitative descriptive method with a cross-sectional approach. Samples were taken using convenience sampling techniques and the research instrument used was a questionnaire. The questionnaire was distributed offline to the community in Kebumen Regency. Data were collected and analyzed univariately (quantitative descriptive). The study was conducted in November 2024.
The research results showed that 125 respondents used drugs in the last 6 months with the majority of drugs used being Over-the-Counter drugs (98%). The main place to get medicines is the pharmacy. The majority of households store 2-5 types of medicine in a special medicine box/first aid box (38,4%) with the room most used being the family room (51,2%). As many as 46,4% of households never received information regarding how to dispose of medication and the majority of households immediately threw the medication into the trash without removing the remaining medication for solid dosage forms (71,2%), liquid dosage forms (56%), and semisolid dosage forms (61,6%). The majority of households were correct in their behavior of getting and storing medicine, but not yet correct in their behavior of disposing of medicine.
Kata Kunci : Perilaku, Dagusibu, Obat, Rumah Tangga, Masyarakat