Laporkan Masalah

Implikatur Pada Video Wawancara Presiden Macron dan Resistensi Publik Terkait Kebijakan Reformasi Pensiun di Prancis

Rifal Fadlurrahman, Dr. Merry Andriani, S.S., M.L.C.S.

2025 | Skripsi | SASTRA PERANCIS

Reformasi pensiun yang terjadi di Prancis merupakan kebijakan untuk menaikkan usia pensiun dari 62 tahun menjadi 64 tahun. Kebijakan tersebut ditentang oleh mayoritas masyarakat Prancis dan Presiden Emmanuel Macron menggunakan wawancara melalui media untuk menyampaikan argumennya terkait kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikatur yang digunakan oleh Presiden Macron selama wawancaranya dan mengidentifikasi resistensi masyarakat yang muncul di kolom komentar dalam menanggapi wawancara tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tahapan pengumpulan data adalah dengan menelusuri video wawancara Presiden Macron terkait reformasi pensiun di laman Youtube LCI yang kemudian ditonton, ditranskrip, dan dianalisis menggunakan teori implikatur yang dikemukakan oleh George Yule. Selanjutnya, komentar pada video tersebut diunduh dan disaring sesuai dengan ketentuan serta dianalisis menggunakan teori resistensi sosial oleh James Scott dan Zeynep Tufekçi. Data komentar yang terkumpul berjumlah 3205 komentar yang kemudian menjadi 635 komentar setelah disaring untuk dianalisis. Hasil dari penelitian ini adalah Presiden Macron menggunakan implikatur konvensional sebanyak 17 kali, implikatur berskala dan implikatur percakapan khusus sebanyak 15 kali, dan implikatur percakapan umum sebanyak 11 kali dalam 40 unit percakapannya. Strategi ini bertujuan untuk menghindari salah ucap dan kontroversi atas apa yang ia ucapkan. Lebih lanjut, masyarakat yang berkomentar pada video tersebut banyak ditemukan menggunakan resistensi tertutup. Hal tersebut terjadi karena tuturan pada komentar masyarakat cenderung menggunakan teknik sarkasme dalam memprotes kebijakan reformasi pensiun. 


The pension reform that took place in France was a policy to increase the retirement age from 62 years old to 64 years old. The policy is opposed by the majority of French people and President Emmanuel Macron uses media interviews to present his arguments on the policy. This study aims to analyze the implicatures used by President Macron during his interview and identify the public resistance that appears in the comments column in response to the interview. The method used in this research is descriptive qualitative. The stages of data collection are by browsing President Macron's video interview related to pension reform on the LCI Youtube page which is then watched, transcribed, and analyzed using the theory of implicature proposed by George Yule. Furthermore, the comments on the video were downloaded and filtered according to the conditions and analyzed using the theory of social resistance by James Scott and Zeynep Tufekçi. The collected comment data is 3205 comments which then became 635 comments after being filtered to be analyzed. The result of this study is that President Macron used conventional implicature 17 times, scalar implicature and special conversational implicature 15 times, and generalized conversational implicature 11 times in his 40 conversational units. This strategy aimed to avoid misspeaking and controversy over what he said. Furthermore, the people who commented on the video were found to use covert resistance. This happens because the utterances in the public comments tend to use sarcasm techniques in protesting the pension reform policy. 

Kata Kunci : Emmanuel Macron, Implikatur, Pragmatik, Reformasi Pensiun, Resistensi Sosial

  1. S1-2025-477248-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477248-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477248-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477248-title.pdf