Analisis Framing Pemberitaan Demonstrasi Rassemblement National (RN) Akibat Pembubaran Majelis Nasional Pada Media Massa Prancis
Annaya Zahra Arthatiya, Dr. Aprillia Firmonasari, S.S., M.Hum., DEA.
2025 | Skripsi | SASTRA PERANCIS
Pembubaran Majelis Nasional yang dilakukan oleh Emmanuel Macron memberikan banyak respon dari publik. Keputusan ini memunculkan demonstrasi terhadap RN menyusul kemenangan RN di pemilu Eropa yang dianggap sebagai kebangkitan dari sayap kanan. Hal ini menimbulkan wacana yang terbentuk dalam masyarakat mengenai politik sayap kanan dan sayap kiri Prancis. Wacana muncul dari beredarnya berita-berita di media online seperti Le Figaro, Le Point dan Libération sehingga membentuk opini publik yang merasa bahwa situasi politik di Prancis dapat merubah kehidupan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana framing yang dibentuk oleh media daring Le Point, Le Figaro dan Libération terkait demonstrasi penolakan RN akibat pembubaran Majelis Nasional dan faktor-faktor yang melatarbelakangi posisi media dalam peristiwa tersebut. Sumber data utama dari penelitian ini adalah artikel berita daring dari Le Figaro, Le Point dan Libération pada 15 Juni 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif komparatif yang dielaborasi dengan teori Framing Robert Entman. Hasil analisis ditemukan bentuk lingual yang paling sering digunakan adalah konjungsi atau kata hubung dan kata kerja yang berfungsi untuk menekankan suatu tindakan dan sikap terhadap sayap kanan. Selain itu, setiap media juga memiliki strategi tuturan yang berbeda-beda untuk memberikan pengaruh kepada masyarakat dilihat dari siapa yang menyampaikan pendapat tersebut. Selanjutnya, jika dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi posisi sayap kanan dan sayap kiri dalam masing-masing media ditentukan oleh tiga faktor utama yakni, ideologi media, sejarah media dan tekanan politik yang mana tekanan politik menjadi faktor utama yang menentukan posisi suatu media.
The dissolution of the National Assembly by Emmanuel Macron generated a lot of response from the public. This decision led to demonstrations against the RN following the RN's victory in the European elections which was perceived as a resurgence of the far right. This led to a discourse being formed in society regarding France's right-wing and left-wing politics. The discourse emerged from the circulation of news in online media such as Le Figaro, Le Point and Libération, forming public opinion that felt that the political situation in France could change their social life. This study aims to analyze the framing discourse formed by online media Le Point, Le Figaro and Libération regarding the RN rejection demonstration due to the dissolution of the National Assembly and the factors behind the media's position on the situation. The main data sources of this research are online news articles from Le Figaro, Le Point and Libération on June 15, 2024. This research uses a comparative qualitative method elaborated with Robert Entman's Framing theory. The results of the analysis found that the most frequently used lingual forms are conjunctions and verbs that function to emphasize an action and attitude towards the right wing. In addition, each media also has a different speech strategy to influence the public judging by who expresses the opinion. Furthermore, when viewed from the factors that influence the position of the right wing and left wing in each media, it is determined by three main factors, namely, media ideology, media history and political pressure, where political pressure is the main factor determining the position of a media.
Kata Kunci : analisis framing, media daring, demonstrasi, pembubaran Majelis Nasional