Laporkan Masalah

Merebut Kembali Agensi: Maskulinitas Perempuan dalam Ruang Pascakolonial Senegal pada Novel Les tambours de la mémoire Karya Boubacar Boris Diop

Latifa Nasywa Tiara Istiqomah, Ari Bagus Panuntun, S.S., M.A.

2025 | Skripsi | SASTRA PERANCIS

Penelitian ini membahas representasi maskulinitas perempuan dalam novel Les tambours de la mémoire karya Boubacar Boris Diop serta korelasinya dengan sejarah matriarki dan kolonialisme di Senegal. Penelitian ini diawali dengan menganalisis representasi tokoh-tokoh perempuan dalam novel, seperti Johanna Simentho, Sinkelo, Ndella, dan Adja Déguène menggunakan teori maskulinitas dari R.W. Connell dan maskulinitas perempuan dari Judith Halberstam. Bagian ini menemukan bahwa tokoh-tokoh tersebut direpresentasikan dalam empat bentuk maskulinitas, yaitu pengontrolan, keberanian, kepemimpinan, dan kepahlawanan dengan bentuk yang paling dominan, yakni keberanian. Setelah itu, penelitian dilanjutkan dengan menganalisisis keterkaitan representasi maskulinitas tersebut dengan sejarah matriarki dan kolonialisme di Senegal, untuk menemukan wacana gender apa yang ditawarkan oleh Les tambours de la mémoire. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan konsep feminisme dekolonial yang ditautkan dengan teks-teks tentang sejarah perkembangan gender di Senegal sebelum sampai pasca-kolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi tersebut merupakan upaya Boubacar Boris Diop untuk menghidupkan kembali budaya matriarki Senegal yang menjunjung tinggi kesetaraan gender tetapi telah terepresi oleh kolonilialisme. Akan tetapi, terdapat bias gender dalam menggambarkan tokoh-tokoh perempuan, sebab beberapa tokoh perempuan direpresentasikan dengan maskulinitas yang ekstrem dan justru melanggengkan wacana heteronormativitas.

This research discusses the representation of female masculinity in the novel Les tambours de la mémoire by Boubacar Boris Diop and its correlation with the history of matriarchy and colonialism in Senegal. The research begins by analyzing the representation of female characters in the novel, such as Johanna Simentho, Sinkelo, Ndella, and Adja Déguène using R.W. Connell's theory of masculinity and Judith Halberstam's female masculinity. This section finds that the characters are represented in four forms of masculinity: control, courage, leadership, and heroism with the most dominant form being courage. After that, the research continued by analyzing the relationship between these representations of masculinity and the history of matriarchy and colonialism in Senegal, to find what gender discourse is offered by Les tambours de la mémoire. To answer this problem, this study uses the concept of decolonial feminism linked to texts on the history of gender development in pre and post-colonial Senegal. The results show that the representation is an attempt by Boubacar Boris Diop to revive Senegal's matriarchal culture that upholds gender equality but has been repressed by colonialism. However, there is gender bias in the portrayal of female characters, as some female characters are represented with extreme masculinity and perpetuate the discourse of heteronormativity.

Kata Kunci : maskulinitas perempuan, Senegal, matriarki, poskolonialisme/female masculinity, Senegal, matriarchy, postcolonialism

  1. S1-2025-478913-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478913-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478913-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478913-title.pdf