Analisis Morfo-Semantis Nama-Nama Serangga dalam Bahasa Jawa di Desa Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Amining Tyas Supratnawati, Dr. Sulistyowati, M.Hum.
2025 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA
Penelitian ini menjelaskan nama-nama serangga dalam bahasa Jawa. Nama-nama serangga dalam bahasa Jawa memiliki berbagai macam penyebutan sesuai dengan jenisnya, contohnya jenis kecoak ada yang disebut dengan coro dan cere. Menurut Baoesastra Djawa coro memiliki arti ‘hewan sejenis cere besar’, sedangkan cere memiliki arti ‘hewan sejenis coro kecil’. Berdasarkan arti nama serangga coro dan cere yang muncul pada Baoesastra Djawa, belum dijelaskan secara definitif. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengumpulkan dan mendeskripsikan komponen makna nama-nama serangga dalam bahasa Jawa, khususnya di Desa Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan studi pustaka melalui Baoesastra Djawa, observasi, dan wawancara dengan masyarakat Desa Tirtonirmolo yang mengerti tentang serangga dan beraktivitas di wilayah persawahan, perkebunan, dan tanah lapang.
Nama-nama serangga dalam bahasa Jawa dianalisis menggunakan teori morfologi dan semantik. Analisis morfologis bertujuan untuk mengetahui proses berubahan bentuk kata pada nama-nama serangga. Selain itu, nama-nama serangga dalam bahasa Jawa juga dianalisis secara semantis yang menekankan pada analisis komponensial. Hasil penelitian dapat menunjukkan jumlah morfem pembentuk kata pada nama-nama serangga yang berbentuk monomorfemis dan polimorfemis. Bentuk polimorfemis pada penelitian ini berbentuk kata majemuk dan kata ulang penuh. Selain itu, hasil penelitian juga dapat menunjukkan makna yang terkandung dalam nama-nama serangga melalui komponen pembeda makna sehingga dapat diketahui perbedaan serangga satu dengan serangga yang lain. Komponen pembeda makna ditentukan berdasarkan bentuk tubuh, warna tubuh, jenis makanan, habitat, dan cara bergerak.
This study explains the names of insects in the Javanese language. The names of insects in Javanese have various terms depending on their type. For example, the cockroach species are called coro and cere. According to Baoesastra Djawa, coro means "a large type of insect similar to cere", while cere means "a small type of insect similar to coro". Based on the meanings of the insect names coro and cere in Baoesastra Djawa, these names have not been definitively explained. Therefore, this study aims to collect and describe the components of meaning in the names of insects in Javanese, particularly in the village of Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. The data collection methods used include literature study through Baoesastra Djawa, observation, and interviews with the people of Tirtonirmolo who are knowledgeable about insects and are active in agricultural, plantation, and open field areas.
The names of insects in Javanese are analyzed using morphological and semantic theories. The morphological analysis aims to identify the process of word form changes in insect names. Additionally, the insect names in Javanese are also analyzed semantically with an emphasis on componential analysis. The research results can show the word forms of insect names, which are divided into monomorphemic and polymorphemic forms. The polymorphemic forms in this study include compound words and reduplicated words. Furthermore, the results also reveal the meanings contained in the names of insects through meaning-differentiating components, allowing for the distinction between one insect and another. These meaning-differentiating components are determined based on body shape, body color, type of food, habitat, and movement.
Kata Kunci : nama serangga, morfologi, semantik