Laporkan Masalah

Analisis digital data spot multispektral untuk estimasi produksi daun kayuputih di bagian daerah hutan Karangmojo, Gunungkidul

Toto Indrawanto, Drs. Dulbahri

1991 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi produksi daun kayuputih dalam suatu wilayah hutan. Penelitian mengambil lokasi di Bagian Daerah hutan (BDH) Karangmojo, Gunungkidul. Daerah penelitian merupakan kawasan hutan produksi kayuputih, baik dalam keadaan homogen kayuputih maupun campuran dengan tanaman lain. Luas keseluruhan kurang labih 1.754,48 hektar. Sebagai indikator untuk estimasi produksi digunakan data digital SPOT Multispektral yang ditransformasi menjadi data indek vegetasi (NDVI : Normalized Difference Vegetation Index). Pemrosesan data digital yang diandarkan yaitu pemrosesan awal (preprocessing), dan penajaman citra (image enhancement). Pemrosesan awal meliputi koreksi radiometrik untuk mengurangi kesalahan akibat pengaruh atmosfer, dan koreksi geometrik. Penajaman citra melipu¬ti penyusunan citra komposit, perentangan kontras (contras stretching), transformasi indek vegetasi, dan rincian kepadatan (density slicing). Transformasi indek vegetasi menggunakan formula NDVI = (XS3 - XS2)/(XS3 + XS2). Hasil transformasi ini digunakan sebagai indika¬tor est imas i produksi daun kayuputih dengan menggunakan 31 titik sampel. Pemilihan titik sampel dilakukan dengan cara bertingkat (stratified sampling) dan bersya¬rat (purPosive sampling). Data yang telah diperoleh dari titik-titik sampel dianalisis dengan cara statistik berupa korelasi dan regresi dua variabel dengan menggu- nakan variabel kontrol Z. Variabel X mewakili data indek vegetasi, dan variabel Y mewakili data produksi daun kayuputih. Melalui pendekatan statistik terbukti menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara data indek vegetasi dengan data produksi daun kayuputih, yaitu koefisien korelasi (r) = 0,789. Korelasi ini menurun (r = 0,637) untuk daerah campuran, sebaliknya besar korelasi naik (r = 0,839) untuk daerah homogen. Untuk estimasi pro¬duksi daun kayuputih seluruh daerah penelitian digunakan persamaan regresi yang diperoleh, yakni Y = 0,292 log 59,4576 X. HasiI akhir estimasi produksi daun kayuputih disajikan dalam bentuk model agihan produksi dengan 5 klas, yakni produksi kurang dari 0,25 ton per hektar; -0,26 sampai 0,50 ton per hektar; 0,51 sampai 0,75 ton per hektar; 0,76 sampai 1,00 ton per hektar, dan produk¬si lebih dari 1 ton per hektar. Sebagian besar produksi diatas 1 :ton per hektar berada di bagian tepi-tepi hutan, sedangkan yang 1ain tersebar dengan pola yang tidak teratur.

-

Kata Kunci : Analisis digital data spot multispektra,Daun kayu putih,Estimasi Produksi,Gunungkidul,DIY

  1. S1-1991-2563-Toto_Indraswanto_abstract.pdf  
  2. S1-1991-2563-Toto_Indraswanto_bibliography.pdf  
  3. S1-1991-2563-Toto_Indraswanto_tableofcontent.pdf  
  4. S1-1991-2563-Toto_Indraswanto_title.pdf