Laporkan Masalah

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegagalan Transisi Pengelolaan Sampah Dari TPST Piyungan Ke Skema KPBU Regional Piyungan

INTAN TRISNAWATI, Dr. Suripto, A.Md., S.I.P., MPA.

2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan terkait sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, yang setiap hari terus meningkat, sehingga menyebabkan TPST tersebut tidak lagi mampu untuk menampung sampah dari berbagai kabupaten/kota di Yogyakarta. Oleh karena itu, Pemerintah daerah DIY  merencanakan program Skema KPBU yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah dengan mewujudkan teknologi baru dalam pengelolaan sampah. Namun, program Skema KPBU tidak berjalan efektif karena dalam proses pelaksanaannya masih mengalami beberapa hambatan yang tidak dapat diselesaikan, sehingga membuat program ini dihentikan dan tidak dilanjutkan kembali.

Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data penelitian diperoleh dengan metode snowball sampling melalui wawancara, observasi dan analisis dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Richard M. Steers (1985) untuk menjawab pertanyaan penelitian, dengan menggunakan 3 konsep yaitu karakteristik lingkungan, karakteristik organisasi, serta karakteristik kebijakan dan manajemen.

Hasil penelitian dilapangan menunjukan bahwa transisi pengelolaan sampah di TPST Piyungan ke Skema KPBU tidak berjalan efektif karena  tujuan dalam mengatasi permasalahan pengelolaan sampah tidak dapat terwujud.  Ketidak Evetivan tersebut dikarenakan lebih banyak faktor penghambat daripada faktor pendukung dalam transisi pengelolaan sampah ke Skema KPBU.  Hambatan tersebut muncul karena tiga faktor utama, yaitu karakteristik lingkungan, karakter organisasi, serta karakteristik kebijakan dan manajemen. Contoh hambatan antara lain kurangnya komunikasi yang efektif antara pemangku kepentingan dengan staf TPST piyungan dan masyarakat, terjadinya wabah Covid-19 yang menghambat pendataan data terkait KPBU, masyarakat menentang pembebasan lahan, dan penyusunan strategi KPBU tidak berjalan sesuai visi misi RPJMD. 

This research is motivated by the problem of waste at the Piyungan Integrated Waste Disposal Site (TPST), which continues to increase every day, causing the TPST to no longer be able to accommodate waste from various districts/cities in Yogyakarta. Therefore, the DIY regional government planned a KPBU Scheme program which aims to overcome the waste problem by realizing new technology in waste management. However, the KPBU Scheme program did not run effectively because in the implementation process there were still several obstacles that could not be resolved, so that this program was stopped and not continued.

The research was conducted using a qualitative method with a descriptive analysis approach. Research data were obtained using the snowball sampling method through interviews, observations and documentation analysis. This study uses Richard M. Steers' theory (1985) to answer research questions, using 3 concepts, namely environmental characteristics, organizational characteristics, and policy and management characteristics.

The results of field research show that the transition of waste management at TPST Piyungan to the KPBU Scheme was not effective because the goal of overcoming waste management problems could not be realized. This ineffectiveness is due to more inhibiting factors than supporting factors in the transition of waste management to the KPBU Scheme. These obstacles arise due to three main factors, namely environmental characteristics, organizational characteristics, and policy and management characteristics. Examples of obstacles include the lack of effective communication between stakeholders and TPST Piyungan staff and the community, the occurrence of the Covid-19 outbreak which hampers data collection related to KPBU, the community opposes land acquisition, and the preparation of KPBU strategies does not run according to the RPJMD vision and mission.

Kata Kunci : Transisi, Efektifitas, KPBU, Pengelolaan Sampah

  1. S1-2024-462855-abstract.pdf  
  2. S1-2024-462855-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-462855-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-462855-title.pdf