Analisis Pengaruh Run-Up Gelombang Terhadap Pelaksanaan Konstruksi Struktur Timbunan Tanggul Laut (Studi Kasus : Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Paket 1B)
MUHAMMAD YUUKHA ILAIYA, Dr. Eng. Wakhidatik Nurfaida, S.T., M.Eng.
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI REKAYASA PELAKSANAAN BANGUNAN SIPIL
Wilayah pesisir Kota Semarang
menjadi salah satu daerah yang setiap tahun mengalami banjir rob akibat air
laut pasang. Faktor penyebab utama fenomena ini adalah gelombang laut yang
tinggi dan fluktuasi permukaan air laut, yang berdampak pada infrastruktur di
kawasan pesisir. Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak 1B yang melintasi
perairan pesisir utara Kota Semarang dan terintegrasi dengan tanggul laut akan
dilaksanakan sebagai upaya
penanganan permasalahan banjir rob. Selama pelaksanaan pembangunan, gelombang
tinggi dapat berpotensi memberikan ancaman terhadap pekerjaan di area
konstruksi. Oleh karena itu, identifikasi potensi ancaman gelombang terhadap
pelaksanaan konstruksi di wilayah pesisir sangat penting untuk keberhasilan
pembangunan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
pelaksanaan konstruksi terhadap kerentanan gelombang tinggi pada Pembangunan
Jalan Tol Semarang-Demak 1B. Nilai tinggi run-up gelombang dianalisis
menggunakan rumus empiris dengan variasi kemiringan slope. Data
reanalisis ERA5 digunakan untuk menjelaskan karakteristik gelombang, seperti
SWH (significant wave height), MWD (mean wave direction), dan MWP (mean wave
period). Data pasang surut yang digunakan berupa konstanta-konstanta harmonik
pasang surut. Diketahui tinggi gelombang cenderung lebih tinggi pada musim
barat dan tergolong pada gelombang sedang (1,25 m-0,25 m). Fluktuasi muka air
laut pada fase purnama dan perbani menyebabkan perbedaan tinggi dan waktu
Berdasarkan hasil analisis, nilai tinggi run-up gelombang berpotensi mengalami limpasan terhadap struktur pelindung konstruksi karung geotekstil memanjang. Beberapa tahapan pekerjaan pada struktur timbunan tanggul laut yang berpotensi terdampak oleh gelombang tinggi, antara lain pekerjaan pemancangan cerucuk bambu, pemasangan matras bambu, pemasangan karung geotekstil memanjang, dan pekerjaan timbunan tanah pasir. Identifikasi potensi ancaman pada area konstruksi ini termasuk alat kerja atau material konstruksi yang berubah dari titik koordinat rencana, gelombang tinggi yang mengancam pekerja ketika pemasangan karung geotekstil memanjang, serta risiko water ponding atau loss of fill pada material timbunan pasir.
The coastal region of Semarang City
is a zone that faces annual tidal flood (rob) disasters due to rising sea
levels. High waves and fluctuations in sea level are the main factors
contributing to this phenomenon, affecting the infrastructure in the area. To
address the tidal flooding issue, the Semarang-Demak Toll Road 1B project,
which passes through the northern coastal waters of Semarang City and connects
with a sea embankment is planned for construction. During the construction
phase, high waves could present risks to the ongoing work. Therefore, it is
essential to assess the potential wave threats to the construction activities
in this coastal region to ensure the success of the project.
This research aims to assess the
construction performance concerning the vulnerability to high waves in the
Semarang-Demak Toll Road 1B project. The wave run-up height is evaluated using
empirical formulas that account for varying slope angles. ERA5 reanalysis data
is employed to analysis wave characteristics, including Significant Wave Height
(SWH), Mean Wave Direction (MWD), and Mean Wave Period (MWP). The tidal data
used includes harmonic constants. The study reveals that wave heights are
generally higher during the west monsoon season, classified as moderate waves
(1.25 m-0.25 m). Additionally, fluctuations in sea level during the full moon
and new moon phases result in variations in both wave height and timing.
The analysis indicates that the
wave run-up height could potentially exceed the protective barrier of the
elongated geotextile bags. Various stages of the coastal embankment
construction are vulnerable to high waves, including bamboo piling, bamboo mat
installation, the placement of elongated geotextile bags, and the sand fill
embankment work. Identifying possible threats in the construction area includes
the displacement of construction tools or materials from their intended
locations, the danger posed by high waves to workers during the installation of
the geotextile bags, and the risk of water accumulation or loss of fill in the
sand embankment material.
Kata Kunci : Run-up gelombang, Tahapan konstruksi, Tanggul laut