Laporkan Masalah

Perceraian wanita : Studi kasus di empat padukuhan kalurahan Sriharjo kecamatan Imogiri kabupaten Bantul

Tri Handayani, Drs. Walgito Nototaruno

1982 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Perceraian di Sriharjo relatip tinggi dari pada di daerah Maguwoharjo atau Harjobinangun Pakem Yogyakarta. Karena tingginya perceraian tersebut maka penelitian ini ingin mengetahui ciri-ciri responden yang bercerai dan sebab-sebab perceraian. Adapun penulisan skripsi ini berdasarkan data resurvai Sriharjo dengan judul “Fertlitas dan Keluarga Berencana” yang dilakukan pada bulan Juli s/d September 1981 oleh Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan U.G.M yang belum pernah di tulis. Penelitian ini dilakukan di alurahan Sriharjo Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul dengan mengambil 4 padukuhan sebagai daerah sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% responden tidak pernah sekolah. Ternyata ada hubungan antara pendidikan dengan perceraian, yaitu makin rendah pendidikan makin tinggi frekwensi perceraian dan sebaliknya. Disamping itu ternyata 60% dari responden kawain pertama ?17 tahun bahkan 18% diantaranya kawin pertama <15 tahun. Dalam hal umur kawin pertama ternyata ada hubungan pula yaitu bahwa makin rendah umur kawin pertama makin tinggi frekwensi cerai. Dari semua perceraian ternyata 75% jodoh di tentukan oleh orang tua. Untuk perceraian pertama hampir 70% jodoh di tentukan orang tua, 67,6% untuk perceraian kedua dan 11% untuk percreaian ketiga keatas. Dari perkawinan pertama ternyata 98% mengalami perceraian. Dengan demikian nampak bahwa perkawinan yang diatur oleh orang tua, makin tinggi perceraian. Penelitian ini menunjukkan pula bahwa dari semua perceraian 62% tidak mempunyai anak lahir hidup dan 71,8 tidak punya anak masih hidup. Untuk perceraian pertama 64% tidak mempunyai anak lahir hidup dan 74% tidak punya anak masih hidup. Akan tetepai tidak mempunyai anak lahir hidup atau masih hidup ini tidak langsung mempengaruhi perceraian karena untuk ini banyak faktor yang mempengaruhinya. Misalnya umur kawin pertama, haid, serumah sesudah kawin, penentu jodoh dan hubungan sex. Sebab perceraian yang utama adalah karena tidak cocok antara suami-isteri dan disusul kemudian karena alasan suami kawin lagi serta tidak diberi nafkah. Akhirnya dapatlah disimpulkan abhwa pendidikan, umur kawin pertama dan penentu jodoh mempunyai pengaruh terhadap perceraian, sedangkan banyaknya jumlah anak lahir hidup dan masih hidup tidak jelas pengaruhnya terhadap perceraian. Melihat keadaan ini daptlah diperkirakan bahwa dimasa yang akan datang bila tingkat pendidikan masyaraat tidak ditingkatkan maka perceraian akan cenderung tetap tinggi.

-

Kata Kunci : Perceraian wanita, Imogiri,Bantul,DIY

  1. S1-1982-2201-Tri_Handayani_abstract.pdf  
  2. S1-1982-2201-Tri_Handayani_bibliography.pdf  
  3. S1-1982-2201-Tri_Handayani_tableofcontent.pdf  
  4. S1-1982-2201-Tri_Handayani_title.pdf