Laporkan Masalah

Pengaruh Penambahan Rumput Laut Pada Pakan Basal Rumput Gama Umami Terhadap Kinetika Produksi Gas Dan Karakteristik Fermentasi Secara In Vitro

AGUS PRASTYO, Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA., IPU.

2024 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Rumput laut adalah sumber daya alam hayati yang melimpah di Indonesia yang memiliki kandungan nutrien yang cukup lengkap seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Jenis rumput laut yang banyak ditemukan adalah jenis rumput laut merah dan hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinetika produksi gas dan karakteristik fermentasi  pakan basal rumput gama umami dengan penambahan level kosentrasi rumput laut secara In vitro. Level penambahan rumput laut Palisada perforata dan Enteromorpha compressa yang dipakai yaitu 2,5%, 5%, dan 7,5?ri bahan organik substrat. Substrat yang digunakan adalah rumput gama umami. Setiap perlakuan dilakukan uji fermentasi in vitro metode Menke dan Steinggass (1988). Parameter penelitian yang diamati berupa nilai pH, amonia (NH3), total VFA, dan kinetika produksi gas fermentasi rumen. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) pola searah serta analisis lanjut dengan  Duncan’s new multiple range test apabila hasil menunjukan hasil yang berbeda nyata (P<0>Palisada perforata dan Enteromorpha compressa hingga level 7,5% mempengeruhi produksi gas fraksi mudah larut (a), fraksi potensial terdegradasi, fraksi mudah larut dan fraksi potensial terdegradasi (a+b), dan laju produksi gas (c). Penambahan rumput laut Palisada perforata pada level 5% menunjukan produksi total VFA tertinggi (P<0>Enteromorpha compressa pada level 5% menunjukan hasil kadar NH3 paling tinggi dibandingkan semua perlakuan. Nilai pH penambahan rumput laut Enteromorpha compressa  tidak berpengaruh nyata terhadap perlakuan kontrol. Penambahan rumput laut palisada perforata pada level 2,5%, 5%, dan 7,5?rpengaruh terhadap nilai pH (P<0>Palisada perforata level 5?rpengaruh terhadap nilai pH dan dapat meningkatkan produksi VFA, serta memiliki kadar amonia yang lebih rendah.

Seaweed is an abundant biological natural resource in Indonesia that has a complete nutrient content such as carbohydrates, proteins, vitamins and minerals. The types of seaweed that are commonly found are red and green seaweed. This study aimed to determine the kinetics of gas production and fermentation characteristics of gama umami grass basal feed with the addition of seaweed concentration levels in vitro. The levels of addition of Palisada perforata and Enteromorpha compressa seaweed used were 2.5%, 5%, and 7.5% of the substrate organic matter. The substrate used was gama umami grass. Each treatment was tested in vitro fermentation method of Menke and Steinggass (1988). The research parameters observed were pH value, ammonia (NH3), total VFA, and rumen fermentation gas production kinetics. The research data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) unidirectional pattern and further analysis with Duncan's new multiple range test if the results showed significantly different results (P <0>3 levels compared to all treatments. The pH value of Enteromorpha compressa seaweed addition did not significantly affect the control treatment. The addition of palisada perforata seaweed at the level of 2.5%, 5%, and 7.5?fects the pH value (P < 0>

Kata Kunci : Enteromorpha compressa, In vitro, Kinetika produksi gas, Palisada perforata, Parameter fermentasi rumen

  1. S1-2024-459656-abstract.pdf  
  2. S1-2024-459656-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-459656-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-459656-title.pdf  
  5. S1-2025-459656-abstract.pdf  
  6. S1-2025-459656-bibliography.pdf  
  7. S1-2025-459656-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2025-459656-title.pdf