Penggunaan foto udara inframerah berwarna untuk studi kerentanan banjir di daerah antara sungai Ijo sampai sungai Serayu
Tjaturahono Budi Sanjoto, Drs. Dulbahri
1987 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini berjudul "Penggunaan Foto Udara Inframerah Berwarna Untuk Studi Kerentanan Banjir di Daerah Antara Sungai Ijo Sampai Suneai Serayu". Tujuannya adalah untuk mengadakan evaluasi kemampu- an foto udara inframerah berwarna di daiam studi ke-rentanan banjir, serta untuk membuat peta kerentanan banir, serta untuk membuat peta kerentanan banjir daerah penelitian. Penelitian ini menekankan foto udara sebagai sumber perolehan data. Sedangkan foto udara yang di-gunakan adalah foto udara inframerah berwarna skala 1:30.000 dengan tahun pemotretan 1982. Metode yang digunakan adalah dengan tehnik in-terpretasi foto udara. Untuk mengetahui tingkat ke-rentanan banjir melalui foto udara, dilakukan dengan pendekatan bentuklahan, sehingga daiam interpretasi foto udara lebih ditekankan untuk mengamati kenampa¬kan bentuklahan daerah penelitian. Disamping itu ju¬ga dilakukan pengamatan beberapa petunjuk kemungki¬nan terjadi banjir yang meliputi tubuh perairan, kon¬disi kelembaban tanah, vegetasi petunjuk, penggunaan lahan, dan kenampakan buatan manusia sebagai penyesu¬aian terhadap banjir, di setiap unit bentuk1ahan. Dengan menganalisa karakteristik bentuklahan dan ke¬nampakan petunjuk tersebut, maka tingkat kerentanan banjir daerah penelitian dapat dievaluasi. Evaluasi kemampuan foto udara dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana foto udara inframerah berwarna dapat digunakan dalam penelitian ini. Evaluasi terse¬but meliputi evaluasi ketelitian hasil interpretasi dan evaluasi tins.kat kemudahan perolehan data masing¬masing karakteristik banjir melalui interpretasi fo¬to udara. Dalam r;enelitian ini, hasil ketelitian in¬terpretasi adalah sebesar 79,4 %. Sedangkan tingkat kemudahan peroiehan data tentang karakteristik banjir yang meliputi keseringan, kedalaman, lama, dan luas genangan, dari interpretasi foto udara bervariasi mu¬lai dari sulit diperoleh hingga mudah diperoleh. Un¬tuk melengkapi data dan sekaligus menguji kelenaran hasii interpretasi, maka dibantu denzan data dari ha¬sil wawancara penduduk, dan data fencatatan banjir dari dinas terkait. berdasarkan hasil penelitian, maka daerah peneli¬tian dapat dikelompbkkan menjadi 5 kelas kerentanan banjir yaitu: 1) Sangat mudah banjir, 2) Mudah banjir, 3) Agak Ludah Banjir, 4) Tidak Mudah Banjir, 5) Tidak pernah banjir. Dari hasil akhir penelitian dapat diketahui bahwa daerah yang menjadi sasaran banjir setiap tahun adalah unit bentuklahan Cekungan fluvial, cut of meander, data-ran banjir, gosongsungai, swale dan Shore.
-
Kata Kunci : Kerentanan Banjir,Penggunaan foto udara inframerah Berwarna,Cilacap,Jawa Tengah