Penerapan tehnik remote sensing dalam identifikasi tat guna tanah daerah Lahat Muara Enim Bintuhan Sumatera
Syamsu Hudaya Sitepu, Prof. Drs. Kardono Darmoyuwono; Drs. R. Surastopo Hadisumarno
1976 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHTulisan ini membicarakan tentang eksperimen pembuatan peta tata guna tanah daerah Lahat, Muara Enim dan Bintuhan, melalui citra ERTS dengan menggunaan tehnik “Remote Sensing” dengan metode “Multi Stage Survey” atau survei berganda. Jalannya penelitian pada metode berganda ini adalah tingkat I membuat peta tata guna tanah sementara dengan mengadakan interpretasi citra ERTS melalui Band tunggal 5 dan 7, band gabungan hitam putih 5 dan 7, foto komposit berwarna. Tingkat II adalah menginterpretasi foto udara multi spektral dan mencocokkan dengan hasil interpretasi tingkat I. Tingkat III mengadakan “Ground truth” pada beberapa titik sampel dan pembuatan peta akhir serta pembuatan kunci interpretasi akhir. Melalu citra ERTS, MSS 5 dan band gabungan 5 dan 7 hitam putih dapat diinterpretasi daerah hutan, peladangan berpindah, alang-alang, semak, pemukiman, jalan, sawah, tanaman keras sedangkan melalui MSS band 7 dapat diinterpretasi tubuh perairan, tanaman keras, vegetasi rawa, unit geomorfologi dan melalui komposit warna yang dihasilkan dari band 4,5,6,7 melalui alat “Multi spektral Viewer” akan menolong dalam interpretasi daerah alang-alang, semak peladangan, pemukiman, sawah, vegetasi rawa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peta tata guna tanah dapat dibuat melalui citra ERTS yang meliputi daerah luas tetapi secara umum.
-
Kata Kunci : tata guna tanah,Remote sensing,Sumatera