Laporkan Masalah

Prediksi kebangkrutan Bank di Indonesia menggunakan analisis regresi logistik

SIAHAAN, Leonora Lastarida, Prof.Dr. Eduardus Tandelilin, MBA

2004 | Tesis | Magister Manajemen

Krisis ekonomi di Indonesia pada pertengahan tahun 1997 merupakan cikal bakal kebangkrutan bank-bank di Indonesia. Hal ini tentulah membawa dampak yang buruk bagi seluruh masyarakat Indonesia dan juga pihak pemerintah. Adapun biaya penyehatan bank yang dikeluarkan pemerintah sangatlah besar. Hal ini sebenarnya dapat diantisipasi dengan mengenali sinyalsinyal awal dari kebangkrutan itu sendiri. Hal itulah yang menjadi dasar pemikiran penulis untuk meneliti prediksi mengenai kebangkrutan dunia perbankan Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk menguji rasio-rasio yang signifikan berbeda antara kelompok bank yang gagal dengan yang tidak gagal. Selain itu juga akan ditinjau apakah rasio keuangan dari kelompok bank yang gagal memburuk secara signifikan dari tahun ke tahun. Dan pada bagian akhir penulis mencoba membuat model prediksi kebangkrutan dengan menggunakan analisis regresi logistik. Adapun bank yang diambil sebagai sampel adalah 32 bank yang dilikuidasi pada bulan Maret 1999 yang digolongkan sebagai bank gagal dan 32 bank yang tidak ikut program rekapitalisasi pada tahun 1999 yang digolongkan sebagai bank tidak gagal. Kelompok bank merupakan variabel dependen yang berupa variabel dummy dimana 0 untuk kondisi gagal dan 1 untuk kondisi tidak gagal. Sedangkan sebagai variabel independen penulis memilih 12 rasio mengacu dari metode CAMEL. Pada dasarnya tidak ada teori yang mendasari pemilihan rasio ini. Dan alat uji statistik yang digunakan antara lain uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji t, uji Mann-Whitney U, ANOVA dan uji Kruskal Wallis. Dan untuk mengukur kemampuan prediksi kebangkrutan dari rasio-rasio keuangan dilakukan analisa regresi logistik. Dari uji-uji tersebut diatas didapatkan hasil rasio-rasio yang signifikan berbeda antara bank gagal dan bank tidak gagal, pada waktu 3 tahun sebelum bangkrut adalah Cash Ratio, rasio LTDTAR dan LDR pada waktu 2 tahun sebelum bangkrut dan rasio MKTA pada waktu 1 tahun sebelum bangkrut. Sedangkan rasio NPM, ROA, ROE dan BOPO menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara bank gagal dan tidak gagal. Dan untuk hipotesa kedua didapatkan hasil bahwa rasio-rasio keuangan bank yang gagal beubah secara signifikan dari tahun ke tahun. Mengenai kekuatan prediksi dari variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis regresi logistik untuk 3, 2 dan 1sebelum kebangkrutan. Dari uji normalitas ternyata distribusi data identik tidak normal. Untuk menghindari terjadinya overfitting model , maka dilakukan pemilihan beberapa variabel dengan menggunakan backward stepwise (conditional). Dari situ diperoleh ketepatan prediksi sampel estimasi sebesar 71,9% untuk 3 tahun sebelum bangkrut, 79,7% untuk 2 tahun sebelum bangkrut dan 92,2% untuk 1 tahun sebelum bangkrut. Titik cut off sebesar 0,5 mengasumsikan biaya yang terjadi karena kesalahan tipe 1 sama dengan dengan biaya yang terjadi bila ada kesalahan tipe 2.

In the middle of 1997 Indonesia had Economic crisis which is representing bank bankruptcy will in Indonesia. These matters bring bad impact for all Indonesia society as well as governmental party. Indonesian government expense a lot of money for bank healthiness. This matter in fact can anticipate by recognizing the beginning signal of bankruptcy itself. These matters become writer background to research about prediction concerning Indonesian bankruptcy banking. As for intention of this research by self is to test ratios which is significant differ among fail bank group with non fail bank. And in the end writer try to make model of prediction bankruptcy by using analysis of logistics regression For the of fail bank writer took 32 bank which is liquidated in March 1999 which is classified as bank fail and 32 bank which do not follow program of recapitalization in the year 1999 which is classified as non fail bank . Bank group represent variable of dependent which in the form of variable of dummy where 0 to the condition of failing and 1 for condition non fail. While as independent variable of writer chosen 12 ratios relate from method of CAMEL. Basically, there is no theory constituting election of this ratio. And statistical test appliance which used by for example test of normality Kolmogorov-Smirnov, t test , Mann-Whitney U test, ANOVA and Kruskal-Wallis test. And to measure ability of bankruptcy prediction I use logistics regression analysis. From the tests above got result of ratios which is significant differ among fail bank and non failed bank , 3 years before going broke is Cash Ratio, ratio of LTDTAR and of LDR, 2 year before going broke and ratio of MKTA for 1 year before going broke. While ratio of NPM, ROA, ROE and BOPO show result of which do not consistence. From the this result we can concluded there is difference which is significant among fail bank and non fail bank. Concerning strength of prediction of variables which is used in this research conducted with analysis of logistics regression for 3, 2 and 1 year before the bankruptcy. Based on the normality test the data distribution is identically not normal and to avoid the over fitting model, hence conducted by election some variable backward stepwise ( conditional).Percentage correct I 71,9% for 3 years before bankruptcy, 79,7% for 2 years before bankruptcy and 92,2% for 1 years before bankruptcy. Cut off point equal to 0,5 assuming expense that happened because mistake of type 1 equal to with expense that happened if there are any mistake of type 2.

Kata Kunci : Perbankan,Krisis Ekonomi,Kebangkrutan, Regression, Analysis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.