Laporkan Masalah

Analisis pengukuran risiko sebagai penentu return

GIRSANG, Togi Benjamin, Prof.Dr. Eduardus Tandelilin, MBA

2004 | Tesis | Magister Manajemen

Seorang investor mengharapkan return yang tinggi dengan konsekuensi risiko yang tinggi pula. Oleh karena itu, perhitungan risiko pun harus dilakukan sebaik mungkin dan dengan metode yang tepat. Standar deviasi, beta koreksi, dan VaR (Value at Risk) digunakan penulis sebagai alat untuk mengukur risiko. Standar deviasi mencerminkan volatilitas saham, beta koreksi mencerminkan sensitivitas return saham terhadap return pasar, sedangkan VaR merupakan penilaian risiko konservatif sehingga nilai VaR merupakan kerugian maksimum yang mungkin diderita oleh investor. Penelitian ini dilakukan karena terdapat kendala yang dihadapi investor yaitu tidak semua metode cocok untuk semua instrumen keuangan. Pemisahan portofolio menjadi individu saham dilakukan dalam proses pembuktian. Kinerja VaR yang selama ini dianggap paling baik akan diuji kemampuannya dalam menentukan return yang dicapai. Hal ini dapat dilakukan melalui proses regresi return terhadap alat ukur risiko yang digunakan. Hubungan signifikan atau tidaknya alat ukur risiko diharapkan akan memberi tambahan informasi bagi investor untuk mengambil keputusan. Kelirunya keputusan final seorang investor akan berdampak pada nilai investasinya dalam periode holding tertentu. Hasil penelitian menunjukkan VaR Historical Simulation tidak dapat menjadi penentu pergerakan return. Standar deviasi masih memegang peranan penting untuk menentukan pergerakan nilai saham.

An investor expect the highness return with high risk consequence also. Therefore, risk even also must be done as good as possibly and with correct method. Standard deviation, corrective beta, and VaR ( Value at Risk) used by writer as a means of to measure risk. Standard deviation express share volatility, corrective beta express share return sensitivity to market return, while VaR is assessment of conservative risk so that assess VaR is maximum loss which is possible to be suffered by investor. This research is conducted because there are constraints faced by investor that is not all compatible methods for all monetary instruments. Dissociation of portfolio become share individual done in course of verification. Performance of VaR is which during the time assumed best will test its ability in determining return. This matter can be done through process of regression to used risk measuring instrument. Risk measuring instrument expected will give an addition information for investor to take decision. A final decision will take affect to invesment value in a selected holding period. This research shows VaR Historical Simulation cannot be the determinant of return movement. Standard deviation still hold an important role to determine the stock price volatility.

Kata Kunci : Return Saham,Standar Deviasi, Standard Deviation, Corrective Beta, and VaR Historical Simulation.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.