Laporkan Masalah

Penggunaan foto udara untuk estimasi hasil sedimen di daerah aliran sungai Temon Wonogiri, Jawa Tengah

Sutopo Sapto Condro, Drs. Totok Gunawan, M.S.

1990 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini berjudul "Penggunaan Foto Udara untuk Estimasi Hasil Sedimen Di Daerah Aliran Sungai Temon, Wo¬nogiri, Jawa Tengah", Tujuan penelitian ini adalah mengka¬ji sejauh mana metode penginderaan jauh dapat dipergunakan untuk estimasi hasil sedimen di suntu daerah aliran sungai (DA3). Metode penelitian yang digunakan adalah metode neng¬inderaan jauh dengan pendekatan USLE. Faktor-faktor yang digunakan untuk perhitungan kehi-lansan tanah dengan pendekatan USLE adalah faktor erosivi¬tas hujan (R), faktor erodibilitas tanah (K), faktor pan¬jang dan kemiringan lereng (LS), faktor pengelolaan tana¬man dan konservasi tanah (CP). Unit pemetaan yang diguna - kan untuk perhitungan kehilangan tanah dengan pendekatan USLE adalah unit lahan. Foto udara berperan di dalam pe - nentunn dan pembuatan peta unit lahan; dan dalam mempero - leh sebagian data faktor-faktor USLE, Faktor-faktor USLE yang dapat disadap dari foto udara adalah faktor panjang dan kemiringan lereng dengan pendekatan neta kemiringan lereng, faktor pengelolaan tanaman dan konservasi tanah dengan pendekatan pada penggunaan lahan, dan bentuklahan sebagai dasar pengambilan sampel tanah untuk menentukan indeks faktor erodibilitas tanah. Hasil uji ketelitian pengukuran kemiringan lereng de¬ngan rumus Verstappen mempunyai prosentase kebenaran sebe¬sar 86,62 dan berdasarkan Short (1982) sebesar 83,33%; sedangkan ketelitian interpretasi penggunaan lahan adalah sebesar 87,5%. Hasil perhitungan USLE menunjukkan angka sebesar 1655619 ton/th dan erosi totalnya adalah 2069523,7 ton/th, Hasil ini lebih kecil 10,5% dibandingkan dengan hasil per-hitungan dari Proyek Bengawan Solo yaitu sebesar 2318155 ton/th, Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa hasil sedimen daerah aliran sungai Temon adalah 55670,19 ton/th, Hasil ini lebih kecil bila dibandingkan dengan hasil sedi¬men pengukuran langsung lapangan yang dilakukan oleh Pro-yek Bengawan Solo yaitu sebesar 62289,75 ton/th. Perbedaan kedua hasil penelitian ini menunjukkan angka sebesar 10,5%

Kata Kunci : Penggunaan foto udara,Keretanan gerakan massa,Sedimen,Wonogiri,Jawa Tengah

  1. S1-1990-2442-Sutopo_Sapto_Condro_abstract.pdf  
  2. S1-1990-2442-Sutopo_Sapto_Condro_bibliography.pdf  
  3. S1-1990-2442-Sutopo_Sapto_Condro_tableofcontent.pdf  
  4. S1-1990-2442-Sutopo_Sapto_Condro_title.pdf