Pengaruh Nanospray Kombinasi Ekstrak Chlorella vulgaris dan Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) terhadap Jumlah Sel Makrofag Penyembuhan Luka Gingiva (Kajian pada tikus Sprague Dawley)
Sofiana Aida Nurjanah, Dr. drg. Archadian Nuryanti, M.Kes.; drg. Ivan Arie Wahyudi, M.Kes., Ph.D.
2024 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Luka mukosa akibat trauma sering terjadi dalam rongga mulut, terutama pada gingiva. Penyembuhan luka melibatkan proses kompleks, termasuk kontrol inflamasi oleh makrofag. Ekstrak Chlorella vulgaris dan minyak atsiri kayu manis mengandung zat aktif yaitu triterpenoid, sinamaldehida, fenol, tanin, dan flavonoid yang berperan dalam penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis nanospray kombinasi ekstrak Chlorella vulgaris, minyak atsiri kayu manis, dan kitosan terhadap jumlah sel makrofag pada penyembuhan luka gingiva tikus Sprague Dawley.
Sebanyak 36 tikus jantan dibagi dalam tiga kelompok: kontrol negatif (kitosan spray), perlakuan (nanospray kombinasi), dan kontrol positif (Aloclair Plus spray). Gingiva tikus diberi perlukaan dengan punch biopsy berdiameter 2,5 mm dan diaplikasikan spray sehari sekali selama 7 hari. Tikus didekapitasi pada hari ke-1, 3, 5, dan 7 untuk pembuatan sediaan histologis. Jumlah sel makrofag dihitung pada 5 lapang pandang dengan mikroskop perbesaran 400x. Data dianalisis menggunakan uji Two-Way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD dengan tingkat signifikansi 95%.
Hasil uji Two-Way ANOVA menunjukkan pengaruh signifikan jenis spray, waktu aplikasi spray, dan interaksi antara jenis dengan waktu aplikasi spray (p<0>nanospray kombinasi ekstrak Chlorella vulgaris, minyak atsiri kayu manis, dan kitosan memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah sel makrofag pada proses penyembuhan luka gingiva pada tikus Sprague Dawley. Jumlah makrofag pada kelompok perlakuan dan kontrol positif lebih cepat mencapai puncaknya pada hari ke-3 dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif.
Traumatic mucosal wounds frequently occur in the oral cavity, particularly on the gingiva. Wound healing involves a complex process, including inflammatory control by macrophages. Chlorella vulgaris extract and cinnamon essential oil contain active compounds such as triterpenoids, cinnamaldehyde, phenols, tannins, and flavonoids that play a role in wound healing. This study aims to determine the effect of a nanospray combination of Chlorella vulgaris extract, cinnamon essential oil, and chitosan on the number of macrophage cells during gingival wound healing in Sprague Dawley rats.
A total of 36 male rats were divided into three groups: negative control (chitosan spray), treatment (combination nanospray), and positive control (Aloclair Plus spray). The gingiva of the rats was wounded using a 2.5 mm diameter punch biopsy and sprayed once daily for 7 days. The rats were sacrificed on days 1, 3, 5, and 7 to prepare histological slides. The number of macrophages was counted in 5 fields of view under a microscope with 400x magnification. Data were analyzed using Two-Way ANOVA followed by Post Hoc LSD test with a 95% confidence level.
The results of the Two-Way ANOVA showed a significant effect of spray type, spray application duration, and the interaction between spray type and application duration (p < 0>Chlorella vulgaris extract, cinnamon essential oil, and chitosan significantly affects the number of macrophages in the gingival wound healing process in Sprague Dawley rats. The number of macrophages in the treatment and positive control groups peaked earlier, on day 3, compared to the negative control group.
Kata Kunci : nanospray, Chlorella vulgaris, kayu manis, kitosan, makrofag, gingiva