Zonasi Ancaman Gerakan Tanah dengan Metode Analytical Hierarchy Process di Kalurahan Srimulyo dan Sekitarnya, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
WINDY LAILATUL PUTRI, Ir. Hendy Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM.; Dr.Eng. Ir. Agung Setianto, S.T., M.Si., IPM.
2024 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI
Daerah penelitian
berada di Kalurahan Srimulyo dan Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten
Bantul dan beberapa kalurahan di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pengontrol geologi yang
paling berpengaruh terhadap kejadian gerakan tanah dan membuat peta zonasi
ancaman gerakan tanah di daerah penelitian dengan menggunakan metode Analytical
Hierarchy Process (AHP). Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli hingga
Agustus 2024 diperoleh 47 kejadian gerakan tanah dan 121 stasiun titik amat
litologi. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah kemiringan
lereng, litologi, tataguna lahan, jarak dari struktur, dan jarak dari sungai. Berdasarkan
hasil penelitian, geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi empat satuan,
yaitu dataran aluvial Piyungan, perbukitan aliran lahar berlereng landai-curam
Patuk, perbukitan piroklastik berlereng curam Piyungan, dan gawir sesar berlereng
curam Piyungan. Litologi di daerah penelitian terbagi menjadi empat satuan
batuan, yaitu batupasir tufan, breksi andesit, batupasir lanauan, dan endapan
pasir lanauan. Struktur geologi di daerah penelitian memiliki sesar turun
Srimulyo, sesar turun Opak, sesar turun Srimartani dan sesar geser kanan
Srimulyo dengan arah gaya utama timur laut-barat daya. Tataguna lahan di daerah
penelitian terdiri dari permukiman, kebun, sawah dan ladang. Setiap parameter
dilakukan pembobotan dengan metode AHP, kemudian dilakukan overlay untuk
membuat peta zonasi ancaman gerakan tanah. Selanjutnya data tersebut dilakukan
uji validitas menggunkan metode Receiver Operating Characteristic (ROC)
yang menghasilkan nilai Area Under Curve (AUC) sebesar 0,742 dan
termasuk dalam klasifikasi “baik”. Zonasi ancaman gerakan tanah di daerah
penelitian terbagi menjadi tiga zona, yaitu zona rendah yang dominan berada
pada bagian Utara daerah penelitian, zona sedang yang terletak hampir diseluruh
bagian daerah penelitian, dan zona tinggi yang dominan berada pada bagian Timur
Laut-Barat Daya daerah penelitian.
The study area is
located in Srimulyo and Srimartani Villages, Piyungan Subdistrict, Bantul
Regency, and several villages in Patuk Subdistrict, Gunung Kidul Regency. This
research aims to identify the most controlling geological factors that influence
landslide occurrences and to create a landslide hazard zoning map in the study
area using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. Data collection was
conducted from July to August 2024, resulting in 47 recorded landslide events
and 121 lithology observation points. The parameters used in this research are
slope gradient, lithology, land use, distance from geological structures, and
distance from rivers. Based on the research results, the geomorphology of the
study area is divided into four units, alluvial plains Piyungan, sloping lahar
flow hills Patuk, moderately steep pyroclastic hills Piyungan, and moderately
steep fault scraps Piyungan. The lithology of the study area is divided into
four rock units, tuffaceous sandstone, andesite breccia, silty sandstone, and
silty sand deposits. The geological structures in the study area include the
Srimulyo normal fault, Opak normal fault, Srimartani normal fault, and Srimulyo
dextral fault with a main stress direction of northeast-southwest. The land use
in the study area consists of settlements, gardens, rice fields, and dry
fields. Each parameter was weighted using the AHP method, followed by overlaying
to create a landslide hazard zoning map. The data then went through a validity
test using the Receiver Operating Characteristic (ROC) method, resulting in an Area
Under Curve (AUC) value of 0,742, which classified as "good".
Landslide hazard zoning in the study area is categorized into three zones, a
low zone located in the north side of the study area, a medium zone that spreads
throughout the study area, and a high zone located in the northeast-southwest side
of the study area.
Kata Kunci : gerakan tanah, analytical hierarchy process (AHP), Piyungan