Pengaruh Daya Antibakteri Ekstrak Melon Hikapel (Cucumis melo L. ‘Hikapel’) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Porphyromonas gingivalis (Kajian in vitro)
Vania Vita Wijaya, drg. Rezmelia Sari, MSc., Sp. Perio(K); Dr. drg. Ahmad Syaify, Sp. Perio(K)
2024 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Periodontitis merupakan kondisi peradangan jaringan periodontal yang secara bertahap merusak ligamen periodontal dan tulang alveolar. Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri penyebab periodontitis. Terapi adjuvan berupa irigasi subgingiva menggunakan bahan alami dapat meningkatkan keberhasilan perawatan periodontitis. Buah melon Hikapel (Cucumis melo L. ‘Hikapel’) merupakan bahan alami dengan kandungan antibakteri berupa flavonoid, fenolik, dan karotenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah melon Hikapel dalam menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis.
Penelitian ini dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan media pertumbuhan berupa Mueller Hinton Agar (MHA). Terdapat 28 sampel yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan (ekstrak melon Hikapel konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, 20%, dan 40%), kelompok kontrol positif (klorheksidin glukonat 0,2%) dan kelompok kontrol negatif (akuades). Pengamatan dilakukan dengan mengukur diameter zona bening di sekeliling kertas cakram menggunakan jangka sorong. Analisis data dilakukan menggunakan metode One-way ANOVA dan uji post hoc LSD.
Hasil penelitian menunjukkan rerata diameter zona hambat berurutan dari yang terkecil hingga terbesar, yaitu perlakuan konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, 20%, 40%, dan kontrol positif. Tidak terdapat penghambatan pada kelompok kontrol negatif. Seluruh kelompok perlakuan menunjukkan penghambatan yang signifikan (p kurang dari 0,05) terhadap pertumbuhan Porphyromonas gingivalis. Ukuran diameter zona hambat yang terbentuk berbanding lurus dengan konsentrasi ekstrak melon yang digunakan sehingga menunjukkan adanya dose-dependent effect. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak melon Hikapel berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis dengan konsentrasi ekstrak paling efektif adalah 40%.
Kata Kunci : Porphyromonas gingivalis, antibakteri, Cucumis melo L. ‘Hikapel’