Laporkan Masalah

Pengaruh Penggunaan Fitur Invert Pada Penilaian Kedalaman Karies Menggunakan ImageJ Software

Vidya Bhakti Irawati, Dr. drg. Rurie Ratna Shantiningsih, MDSc ; drg. Isti Rahayu Suryani, M.Biotech., Sp. Rad. O.M.(K)., Ph.D

2024 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Karies merupakan masalah kesehatan gigi yang utama. Karies terjadi karena hilangnya jaringan keras gigi. Pemeriksaan radiografi dapat menjadi salah satu pemeriksaan penunjang untuk mendeteksi karies. Karies tampak sebagai area radiolusen pada radiograf. Radiografi digital terhubung dengan software yang dilengkapi berbagai fitur, salah satunya adalah fitur invert yang dapat meningkatkan detail pada radiograf. Penelitian ini bertujuan unuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan fitur invert pada penilaian kedalaman karies menggunakan ImageJ software.

Penelitian ini dilakukan pada 380 radiograf digital periapikal yang diambil dari data pasien di Instalasi Radiologi Dentomaksilofasial RSGM UGM Prof. Soedomo. Radiograf diamati dengan dua metode, yaitu dengan fitur invert dan non-invert. Penilaian kedalaman karies menggunakan klasifikasi ICDAS yang terbagi menjadi RA1, RA2, RA3, RB4, RC5, dan RC6. Analisis hasil penelitian menggunakan uji Chi-square.

Hasil Chi-square menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) dalam penilaian kedalaman karies dengan menggunakan fitur invert dan non-invert. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan penilaian kedalaman karies yang menggunakan ImageJ software pada radiograf periapikal dengan fitur invert dan non-invert. Fitur invert tetap dapat digunakan sesuai dengan pengalaman dan kemampuan pengguna.

Caries is considered a major dental health issue. Caries occurs due to the loss of hard dental tissue. Radiographic examination can be used as an adjunctive method to detect caries. Caries appears as a radiolucent area on radiographs. Digital radiography is connected to software equipped with various features, one of which is the invert feature that can enhance the details on radiographs. This study aims to determine whether there is any effect of using the invert feature on the assessment of caries depth using ImageJ software.

This study was conducted on 380 periapical digital radiographs obtained from patient data at the Dentomaxillofacial Radiology Installation, RSGM UGM Prof. Soedomo. The radiographs were observed using two methods, with invert feature and non-invert. The caries depth was assessed using the ICDAS classification, which is divided into RA1, RA2, RA3, RB4, RC5, and RC6. The data analysis was performed using the Chi-square test.

The Chi-square results showed that no significant difference (p>0.05) was found in the assessment of caries depth using the invert and non-invert features. Based on these results, it can be concluded that no difference in the assessment of caries depth using ImageJ software on periapical radiographs with the invert features and non-invert was found. The invert feature can still be used according to the experience and capability of the user.

Kata Kunci : Karies, Radiografi, Software, Invert, Periapikal

  1. S1-2024-474012-abstract.pdf  
  2. S1-2024-474012-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-474012-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-474012-title.pdf