Konsentrasi hormon estrogen, progesteron dan tiroksin (T4) pada puyuh sebelum, selama dan setelah induced molting
Aat Eryati, Prof. Dr. Soenarjo Keman, M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Sri Harimurti, SU.
2002 | Skripsi | S1 PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hormon estrogen, progesteron dan tiroksin (T4) pada puyuh sebelum, selama dan setelah induced molting dengan cara pemuasan sampai dengan o%HDA. Selama pemuasan puyuh diberi air minum secara bebas. Sebanyak 132 ekor puyuh petelur (cortinux cortinux Japonica) umur 14 bulan dibagi menjadi 2 klompok perlakuan yaitu induced molting (IM) dan non induced molting (NIM). Setiap perlakuan diulang 6 kali yang terdiri dari11 ekor puyuh. Data yang diamati meliputi uji hormon estrogen, progesteron dan tiroksin (T4). Sampel darah untuk uji hormonal dilaksanakan pada saat penelitian dimulai yaitu hari ke-0 (H0), hari ke-5(H5), pada hari ke-13 (H13), dan pada hari ke-20 (H20). Data yang diperoleh dihitung simpangan bakunya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induced molting pada puyuh dengan pemuasan selama 5 hari mengakibatkan konsentrasi hormon progesteron mengalami penurunan.
This study was carried out to measure the blood concetration of hormones of estrogen, progesterone and thyroxine (T4) hormones in induced molting quail hens. A total of 132 laying quails (cortinux cortinux Japonica) 14 months of age, were randomly divided into 2 treatment groups, induced molting (IM) and non-induced molting (NIM). Each treatment were replicated into six with 11 hens each. The hens were induced molted by fasting until egg production rate reached 0% HDA, then followed by normal feeding. Blood samples for hormones analysis were collected before treatment, on the day of 5, 13, and 20, respectively. The results demonstrated that induced molting by 5 days fasting increased either blood concentration of estrogen or thyroxin (T4) hormone; while progesterone was decreased. Key words: Laying Quails, induced molting, estrogen, progesterone and thyroxine (T4)
Kata Kunci : Puyuh Petelur, induced molting, estrogen, progesteron dan tiroksin (T4)