Laporkan Masalah

Pengaruh Intensitas Sinar Terhadap Kebocoran Mikro pada Restorasi Kelas V Giomer setelah Perendaman dalam Saliva pH Asam

Fenita Rahardian Putri, drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG., Subsp.KR.(K), Ph.D.; drg. Henytaria Fajrianti, Sp.KG.

2024 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Giomer merupakan bahan restorasi gigi yang diaktivasi menggunakan Light Curing Unit (LCU). Intensitas penyinaran yang tidak optimal memperbesar risiko terjadinya penyusutan polimerisasi bahan restorasi. Penyusutan polimerisasi memengaruhi retensi antara bahan restorasi terhadap dinding kavitas sehingga memperbesar risiko terjadinya kobocoran mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas sinar terhadap kebocoran mikro pada restorasi kelas V giomer setelah perendaman dalam saliva asam.

Penelitian dilakukan secara in vitro untuk mengamati skor kebocoran mikro pada restorasi giomer kelas V dengan intensitas penyinaran 1000 mW/cm², 1500 mW/cm², dan 2000 mW/cm² setelah perendaman dalam saliva pH 4 selama 2 minggu. Data dianalisis menggunakan uji Kruskall-Wallis untuk membandingkan hasil pada seluruh kelompok perlakuan. Data kemudian dilakukan uji Mann-Whitney untuk mengetahui beda rerata antar kelompok perlakuan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh intensitas penyinaran terhadap skor kebocoran mikro restorasi giomer (p<0>Mann Whitney menunjukkan bahwa kelompok intensitas 2000 mW/cm² memiliki perbedaan yang signifikan terhadap intensitas 1000 mW/cm² dan 1500 mW/cm² (p<0>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah intensitas sinar 1000 mW/cm² dan 1500 mW/cm² mengurangi kebocoran mikro pada restorasi kelas V giomer setelah perendaman dalam saliva asam.

Giomer was a dental restoration material that is activated using a Light Curing Unit (LCU). Suboptimal light intensity increases the risk of restoration material’s polymerization shrinkage. Polymerization shrinkage of restorations have an effect on retention between the restoration material and the cavity walls, thereby increasing the risk of microleakage. This study aims to determine the effect of light intensity on microleakage in class V giomer restorations after immersion in acidic saliva.

This study was conducted in vitro to observe the microleakage score in class V giomer restorations with light intensity of 1000 mW/cm², 1500 mW/cm², and 2000 mW/cm² after immersion in pH 4 saliva for 2 weeks. The data were analyzed with Kruskall-Wallis test to compare results across treatment groups. The data were tested using Mann-Whitney test to determine the mean differences between treatment groups.

The results showed that light intensity influence on the microleakage score (p<0>0.05). The conclusion of this study is that 1000 mW/cm² and 1500 mW/cm² light intensity will reduce microleakage in class V giomer restorations after immersion in acidic saliva.

Kata Kunci : giomer, kelas V, intensitas, kebocoran mikro, saliva asam

  1. S1-2024-473617-abstract.pdf  
  2. S1-2024-473617-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-473617-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-473617-title.pdf  
  5. S1-2025-473617-abstract.pdf  
  6. S1-2025-473617-bibliography.pdf  
  7. S1-2025-473617-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2025-473617-title.pdf