Pengaruh Ekstrak Etanolik Biji Adas (Foeniculum vulgare) terhadap Pertumbuhan Bakteri Periodontopatogen Aggregatibacter actinomycetemcomitans (in vitro)
Fadhila Qurrota A'yunina, drg. Hendrawati, M.Kes.; drg. Sri Pramestri Lastianny, M.S., Sp. Perio(K).
2024 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Aggregatibacter actinomycetemcomitans adalah bakteri yang menginisiasi terjadinya penyakit periodontal. Bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans dapat dikurangi menggunakan bahan herbal yang memiliki sifat antibakteri yaitu biji adas (Foeniculum vulgare) dengan kandungan anetol, flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai bahan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanolik biji adas (Foeniculum vulgare) dalam menghambat pertumbuhan bakteri periodontopatogen Aggregatibacter actinomycetemcomitans.
Metode yang digunakan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanolik biji adas (Foeniculum vulgare) terhadap bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans adalah metode difusi cakram dengan media agar MHA. Terdapat 5 kelompok dalam penelitian ini yaitu ekstrak etanolik biji adas 5%, 10%, 20%, kontrol positif klorhekdisin glukonat 0,2?n kontrol negatif akuades steril. Setiap kelompok terdiri dari 5 sampel. Pengukuran diameter zona hambat dilakukan dengan sliding caliper dan data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA dan Post-hoc LSD.
Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan diameter zona hambat yang signifikan (p<0>Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Hasil uji Post-hoc LSD adalah terdapat perbedaan bermakna antar kelompok larutan ekstrak etanolik biji adas 5%, 10%, 20%, kontrol positif, dan kontrol negatif terhadap seluruh kelompok uji. Kesimpulan penelitian ini adalah larutan esktrak etanolik biji adas (Foeniculum vulgare) berpengaruh kuat menghambat pertumbuhan bakteri periodontopatogen Aggregatibacter actinomycetemcomitans pada konsentrasi 10?n 20%.
Aggregatibacter actinomycetemcomitans is identified as a bacterium that initiates the occurrence of periodontal disease. The bacterium Aggregatibacter actinomycetemcomitans could be reduced using herbal materials with antibacterial properties, specifically fennel seeds (Foeniculum vulgare), which contained anethole, flavonoids, saponins, and tannins that had potential as antibacterial agents. This study was aimed at determining the effect of ethanolic extract of fennel seeds (Foeniculum vulgare) on inhibiting the growth of the periodontopathogenic bacterium Aggregatibacter actinomycetemcomitans.
The method was used to determine the inhibitory effect of the ethanolic extract of fennel seeds (Foeniculum vulgare) on the bacterium Aggregatibacter actinomycetemcomitans was the disk diffusion method with MHA agar medium. Five groups were established in this study, including 5%, 10%, and 20% ethanolic extract of fennel seeds, 0.2% chlorhexidine gluconate as a positive control, and sterile distilled water as a negative control. Each group consisted of five samples. The diameter of the inhibition zones was measured using a sliding caliper, and the data were analyzed using One-Way ANOVA and Post-hoc LSD tests.
The results of the ANOVA test indicated a significant difference (p < 0>
Kata Kunci : biji adas (Foeniculum vulgare), ekstrak etanolik, Aggregatibacter actinomycetemcomitans, daya hambat, antibakteri