Dampak pelaksanaan program pengembangan kecamatan terhadap pengentasan kemiskinan di Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah
SUDDIN, Amin, Dr. Fahmy Radhi, MBA
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bermaksud mengetahui dampak Program Pengembangan Kecamatan (PPK) terhadap pengentasan kemiskinan di Kecamatan Banawa. Aspek yang diteliti meliputi pendapatan penerima manfaat, hubungan bantuan modal usaha dengan pendapatan dan pengaruh pemberian modal usaha, pendampingan dan pembangunan sarana terhadap pemberdayaan masyarakat. Pendapatan dianalisis menggunakan statistik deskriptif sedangkan hubungan antara besarnya modal dengan pendapatan dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Persepsi responden mengenai pengaruh modal, pendampingan dan pembangunan sarana terhadap pemberdayaan masyarakat dianalisis menggunakan korelasi Spearman. PPK dilaksanakan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan di perdesaan melalui bantuan dana bergulir, pembangunan sarana dan pendampingan. Dilaksanakan di Kecamatan Banawa tahun 1999 selama 4 tahun berturut-turut dengan total dana yang disalurkan Rp3,750 juta. Hasil penelitian pendapatan keluarga rata-rata Rp.1.106.597/bulan atau Rp.248.979/kapita/bulan. 54% responden meningkat pendapatannya selama pelaksanaan PPK, 43% tetap dan 2,7% menurun karena hilangnya sumber pendapatan. Terdapat 59,5% berpenghasilan di bawah batas garis kemiskinan Kabupaten Donggala dan 40,5% berpenghasilan di atas batas garis kemiskinan. Terdapat hubungan positif yang kuat dan significant antara modal dengan pendapatan dengan koefisien korelasi sebesar 0,861 sig, 0.000. Pengaruh modal terhadap pemberdayaan signifikan pada usaha dengan koefisien korelasi 0,564, pendapatan 0,489, penguatan lembaga di desa 0,389, dan peningkatan partisipasi 0,468 dan tidak sinifikan terhadap kemandirian serta pendampingan. Pengaruh pendampingan terhadap pemberdayaan terdapat hubungan yang rendah pada usaha dengan koefisien korelasi 0,126, pendapatan 0,184, terhadap penguatan lembaga di desa 0,025, peningkatan partisipasi 0,108 dan penciptaan kemandirian -0,074. Persepsi responden antara pembangunan sarana terhadap pemberdayaan usaha, pendapatan, lembaga, partisipasi, pendampingan, dan kemandirian terdapat 8,6% berpendapat ada pengaruh, 43,68 berpendapat kurang berpengaruh sisanya tidak ada pengaruh.
The study aimed to identify impact of Kecamatan Devvelopment Program on poverty alleviation in Banawa subdistrict. Aspects studied include income of benefit receiver, relation between capital aid and income and influence of capital aid, assistance and infrastructure development on people empowerment. Income is analyzed using descriptive statistic, while relation between amount of capital and income is analyzed using Pearson Correlation. Respondent perception on effect of capital, assistance and infrastructure development on people empowerment was analyzed using Spearman correlation. KDP is done to faster solving poverty in rural area through revolving fund, infrastructure development and assistance. It was done in Banawa subdistrict in 1999 for 4 years with total fund distributed of Rp3.750 million. Result of the study indicate that average family income is Rp 1,106,597/month or Rp248,979/capita/ month. 54% respondent increase their income, 43% remain, and 2,7% decrease due to loss of income source. There is 59.5% respondent under poverty line of Donggala regency and 40.5% beyond poverty line. There is strong and significant correlation between capital and income with correlation coefficient of 0.861 with significance level of 0.000. Effect of capital on empowerment is significant on business with correlation coefficient of 0.564, income 0.489, village institutional 0.389, and participation 0,468 but it was not significant on self-sufficiency and assistance. Influence of assistance on empowerment indicates low relation on business with correlation coefficient of 0.126, income 0.184, rural institutional reinforcing 0,025, participation increase 0.108 and creation of self-sufficiency –0.074. 8.6% respondents have perception on effect of infrastructure development on business, income, institution, participation, assistance, and self-sufficiency, while 43.68% indicated no effect.
Kata Kunci : Program Pengembangan Kecamatan, Pengentasan Kemiskinan, Pendapatan, Dana bergulir, Korelasi, Pemberdayaan masyarakat, Kecamatan Development Program, Poverty alleviation, Incame, Revolving Fund, Correlation, Empowerment