Peranan zakat dalam peningkatan pendapatan :: Studi kasus pada Badan Amil Zakat Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah
HAIRUDIN, Achmad, Drs. Dumairy, MA
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penerimaan dan penyaluran zakat oleh Badan Amil Zakat Kota Palangka Raya. Selain itu penelitian ini juga menganalisis peran zakat dalam peningkatan pendapatan masyarakat Kota Palangka Raya dan menganalisis pengelolaan zakat oleh Badan Amil Zakat Kota Palangka Raya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui pembagian kuesioner kepada penyetor dan penerima zakat pada Badan Amil Zakat Kota Palangka Raya dan wawancara terhadap para pengurus pada Badan Amil Zakat Kota Palangka Raya. Data sekunder dalam penelitian ini adalah data penerimaan, penyaluran, penerima dan penyetor zakat pada Badan Amil Zakat Kota Palangka Raya. Sampel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu sampel untuk penerima zakat sebanyak 39 responden dan sampel untuk penyetor zakat sebanyak 33 responden, sehingga total responden adalah 72 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode judgment sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pertumbuhan, deskriptif dan uji perbedaan dua proporsi dan uji perbedaan dua rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penerimaan dan penyaluran zakat pada tiap-tiap tahun selama periode tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 bersifat fluktuatif. Pemakaian zakat tidak hanya digunakan untuk kegiatan konsumtif saja (pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, dan papan saja), tetapi juga pada peningkatan usaha dan pembelian alat-alat produksi. Terdapat kesesuaian antara manfaat yang diharapkan oleh muzakki dengan manfaat yang dirasakan oleh mustahiq dengan adanya zakat. Hasil ini didukung oleh uji perbedaan dua proporsi yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara apa yang diharapkan oleh muzakki dengan apa yang dirasakan oleh mustahiq terhadap manfaat zakat bagi peningkatan kesejahteraan. Dari hasil uji perbedaan dua rata-rata menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam pendapatan antara sebelum dan sesudah menerima zakat. Pengelolaan zakat oleh Badan Amil Zakat Kota Palangka Raya masih dalam tahap pengembangan secara terus-menerus, dan masih menemui banyak kendala, di antaranya kurangnya dana bantuan dari BOP Pemda Kota Palangka Raya, dualisme struktur pengurus, kurangnya kesadaran masyarakat dalam menyalurkan zakat ke Badan Amil Zakat, penerimaan zakat belum maksimal, penyaluran zakat masih sangat terbatas, dan adanya kepentingan politik pembuatan Peraturan Daerah tentang pengelolaan zakat. Akuntabilitas pengelolaan ditunjukkan dengan pengelolaan zakat oleh Badan Amil Zakat Kota Palangka Raya yang bersifat transparan melalui pelaporan dan pengumuman kepada publik secara rutin.
This research attempted to analyze the development of the receipt and distribution of zakat by Badan Amil Zakat Palangka Raya City. Besides, this research also analyzed the role of zakat in income increase in the community of Palangka Raya City and analyzed the zakat management by Badan Amil Zakat Palangka Raya City. The data used in the research were primary and secondary data. The primary data was obtained by questionaire to the giver and receiver of zakat in Badan Amil Zakat Palangka Raya City and interview with the management of Badan Amil Zakat Palangka Raya City. The secondary data in this research were the receipt and distribution, the receiver and giver of zakat in Badan Amil Zakat Palangka Raya City. The sample in this research were divided into two categories, i.e. sample for the zakat receiver were 39 respondents the sample for the zakat giver were 33 respondents, so the total number of respondents were 72. The analysis method applied in this research were growth and descriptive analysis, two proportion difference test and two- means difference test. The findings of this research indicated that the number of the receipt and distribution of zakat in every year during the period 2000 until 2004 was fluctuated. The use of zakat wasn’t only in consumptive activities (the fulfilment of cloth, food, and housing needs), but also to increase the business and to buy the production equipments. There’s an appropriateness between the benefit expected by muzakki and the benefit felt by the mustahiq from the zakat. This result was supported by the two proportion difference test that showed no significant difference between what muzakki expected and what mustahiq felt in the benefit of zakat to increase the prosperity. The two-means difference test showed that there’s significant difference in income before and after receiving zakat. The management of zakat by Badan Amil Zakat Palangka Raya City is in continuous development phase, and there’s still many obstacles, such as the aid fund from the local government of Palangka Raya City wasn’t enough, the management structure dualism, the less awareness of community in distributing their zakat to Badan Amil Zakat, the zakat receipt hadn’t been maximal, the limited zakat distribution, and there’s a political interest in Local Policy Formulation about zakat management. The management accountability in zakat management by Badan Amil Zakat Palangka Raya City was transparent by reporting their activities to public routinely.
Kata Kunci : Pendapatan Masyarakat,Peran Zakat