Laporkan Masalah

PENGARUH BANGSA DAN UMUR POTONG TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN NON KARKAS SAPI DI RUMAH POTONG HEWAN KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAH

Intan Rizki Mauliasari, Prof. Dr. Ir. Nono Ngadiyono, MS.; Dr.Ir Setiyono, S.U.

2015 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bangsa dan umur potong terhadap persentase karkas dan non karkas sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 61 ekor sapi potong yang dipotong di RPH Kebumen yang terdiri dari bangsa sapi PO sejumlah 39 ekor dan bangsa sapi SimPO sejumlah 22 ekor. Sapi yang berjenis kelamin jantan sejumlah 19 ekor serta sapi yang berjenis kelamin betina sejumlah 42 ekor. Bangsa sapi PO dengan kelompok umur potong (poel 1-2) dan kelompok umur potong (poel 3-4) masing-masing sebanyak 9 dan 30 ekor, sementara itu untuk bangsa sapi SimPO dengan kelompok umur potong (poel 1-2) dan kelompok umur potong (poel 3-4) sebanyak 10 dan 12 ekor. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah bobot potong, persentase karkas, meliputi persentase daging dan tulang, rasio daging tulang / meat bone ratio (MBR). Persentase non karkas meliputi, persentase kepala, kaki, kulit, jantung, paru-paru, ginjal, dan saluran pencernaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan pola faktorial (2x2) menggunakan bantuan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangsa SimPO memiliki persentase lebih tinggi dibanding sapi PO terhadap persentase tulang, jantung dan saluran pencernaan, kecuali persentase kulit. Umur potong (poel 1-2) memiiki rerata lebih tinggi dibanding umur (poel 3-4) terhadap persentase tulang, kepala, kulit, kaki, dan jantung. Jenis kelamin jantan memiliki rerata lebih tinggi dibanding kelompok jenis kelamin betina terhadap terhadap persentase karkas meliputi persentase tulang dan non karkas meliputi, kepala, kulit, kaki dan jantung Terdapat interaksi antara bangsa dan umur potong terhadap persentase daging, persentase kaki, selain itu, terdapat interaksi antara bangsa dan jenis kelamin terhadap persentase daging, rasio daging dan tulang, persentase jantung dan ginjal. (Kata kunci : Umur, Bangsa, Karkas, dan Non karkas)

The study was conducted to determine the influence of breed and slaughter age on carcass and external non carcass ofcattle at Kebumen slaughter home. The materials were 61 cattle consisting of two breed were 39 crossbreed cattle (PO) and 22 crossing Simmental ongole crossbreed (SimPO). The total amount of the male cows are 19 whereas the female cows are 42. The crossbreed cattle (PO) consist with the categories based on their age, slaughter age (poel 1-2) and slaughter age (poel 3-4) each are 9 and 30 cows. Simmental ongole cross breed (SimPO) consist slaughter age (poel 1-2) and slaughter age (poel 3-4) each are 10 and 12 cows. The variables collected included breed, slaughter age, slaughter weight, carcass, meat, bone, head, feet, and hide weight, meat bone ratio, percentage of carcass and percentage of non carcass. The data collected and were analysed by factorial analysis of variance (3x2) and continued by Duncan’s Multiple Range Test. The result showed that SimPO have higher average percentage of bone, heart, digestive, tract, except hide percentage. Slaughter age (poel 1-2) have influence more high than (poel 3-4) on bone, head, hide, feet, and heart percentage. Male jenis kelamin has a higher percentage of bone, head, hide, feet, and heart. There are interaction between cattle breed and slaughter age on meat and feet percentage furthermore there are interaction between cattle breed and jenis kelamin on meat, meat bone ratio, heart, and kidney percentage. (Keywords: Breed, Slaughter Age, Carcass and Non Carcass Percentage)

Kata Kunci : Umur, Bangsa, Karkas, dan Non karkas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.