Laporkan Masalah

PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK BAKTERI ASAM LAKTAT INDIGENOUS TERHADAP ORGAN PENCERNAAN PADA PUYUH JEPANG JANTAN

Fuqoro Bagas Mandanu, drh. Bambang Ariyadi, M.P., Prof. Dr. Ir. Sri Harimurti, S.U.

2015 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

INTISARI Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek suplementasi probiotik bakteri asam laktat (BAL) terhadap organ pencernaan yaitu crop, proventrikulus, gizzard, hati, dan usus halus. Sembilan puluh enam day old quail (DOQ) yang tidak divaksinasi dibagi secara acak ke dalam empat kelompok perlakuan probiotik BAL (kultur campuran yang mengandung tiga strain BAL dengan perbandingan yang sama yaitu Lactobacillus murinus (Ar3), Streptococcus thermophilus (Kd2), dan Pediococcus acidilactici (Kp6)) yang diberikan secara oral. Perlakuan terdiri dari (T0) satu kelompok tanpa suplementasi dan tiga kelompok dengan dosis probiotik 107 (T1), 108 (T2) dan 109 CFU/ml/ekor/hari (T3) dalam perbandingan yang sama. Semua kelompok perlakuan diulang sebanyak empat kali masing – masing terdiri enam ekor puyuh. Pakan diformulasikan tanpa antibiotik. Pada akhir percobaan, 32 puyuh disembelih untuk mendapatkan data berat crop, berat proventrikulus, berat gizzard, berat hati, berat usus dan panjang segmen usus meliputi duodenum, jejunum, ileum, dan sekum. Data dianalisis dengan analisis variansi rancangan acak lengkap pola searah dilanjutkan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan terbukti bahwa berat usus halus dan panjang usus halus meliputi jejunum, ileum, dan sekum berbeda nyata dipengaruhi oleh probiotik Bakteri Asam Laktat (BAL) (P<0,05). Berat crop, proventrikulus, gizzard, hati, dan panjang duodenum tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Kata kunci : PINTISARI Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek suplementasi probiotik bakteri asam laktat (BAL) terhadap organ pencernaan yaitu crop, proventrikulus, gizzard, hati, dan usus halus. Sembilan puluh enam day old quail (DOQ) yang tidak divaksinasi dibagi secara acak ke dalam empat kelompok perlakuan probiotik BAL (kultur campuran yang mengandung tiga strain BAL dengan perbandingan yang sama yaitu Lactobacillus murinus (Ar3), Streptococcus thermophilus (Kd2), dan Pediococcus acidilactici (Kp6)) yang diberikan secara oral. Perlakuan terdiri dari (T0) satu kelompok tanpa suplementasi dan tiga kelompok dengan dosis probiotik 107 (T1), 108 (T2) dan 109 CFU/ml/ekor/hari (T3) dalam perbandingan yang sama. Semua kelompok perlakuan diulang sebanyak empat kali masing – masing terdiri enam ekor puyuh. Pakan diformulasikan tanpa antibiotik. Pada akhir percobaan, 32 puyuh disembelih untuk mendapatkan data berat crop, berat proventrikulus, berat gizzard, berat hati, berat usus dan panjang segmen usus meliputi duodenum, jejunum, ileum, dan sekum. Data dianalisis dengan analisis variansi rancangan acak lengkap pola searah dilanjutkan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan terbukti bahwa berat usus halus dan panjang usus halus meliputi jejunum, ileum, dan sekum berbeda nyata dipengaruhi oleh probiotik Bakteri Asam Laktat (BAL) (P<0,05). Berat crop, proventrikulus, gizzard, hati, dan panjang duodenum tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Kata kunci : Puyuh jepang jantan, Bakteri asam laktat (BAL), Organ pencernaan.

This study was conducted to investigate the effect of probiotic lactic acid bacteria (LAB) on weight of crop, proventriculus, gizzard, length and weight of small intestine, (duodenum, jejunum, ileum, caecum) of male laying quail. Ninety six day old of unvaccinated quails were assigned randomly into four treatment groups of LAB probiotics orally supplementation. The mixed culture of probiotics containing three strains namely Lactobacillus murinus (Ar3), Streptococcus thermophilus (Kd2), and Pediococcus acidilactici (Kp6). The treatments were consisted of (T0) one group of unsupplemented birds as control and three groups of supplemented quails as much as 107 (T1), 108 (T2) and 109 CFU/ml/bird/day (T3) respectively. All of treatment groups were replicated into four groups, and six birds each. The antibiotic-free diet was formulated and provided ad libitum. At the end of experiment, 24 the euthanasia of quail were measured to obtain consisted of weight of crop, proventriculus, gizzard, liver, intestine, and length of small intestine segment (duodenum, jejunum, ileum and ceacum). The data were analyzed by analysis of variance followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result evidenced that the intestinal weight, intestinal length, jejunum, ileum, and cecum were significantly affected by supplementation of Lactic Acid Bacteria (LAB) probiotics (P<0,05). However weight of crop, proventriculus, gizzard, liver, and length of duodenum not significantly affected by the Lactid Acid Bacteria (LAB). Key word: male japanese quail , Lactic Acid Bacteria (LAB), gastrointestinal organ

Kata Kunci : Puyuh jepang jantan, Bakteri asam laktat (BAL), Organ pencernaan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.